Pelaku Tawuran Pelajar dan Perusakan Sekolah di Depok Menangis Histeris saat Dijemput Keluarga

Suasana menjadi haru, ketika seorang perwakilan orang tua memberikan nasihat pada puluhan pelajar tersebut melalui speaker pengeras suara

Pelaku Tawuran Pelajar dan Perusakan Sekolah di Depok Menangis Histeris saat Dijemput Keluarga
TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Para pelaku tawuran pelajar dan perusakan sekolah menangis menyesali perbuatannya dipelukan orang tua dan keluarganya. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA COM, PANCORAN MAS - "Maafin aku mah, sudah nyusahin orang tua, maafin ade," ujar salah seorang pelajar pelaku tawuran dan perusakan SMK IZ menangis kejar dipelukan sang ibu di Aula Atmani Polresta Depok, Pancoran Mas, Kota Depok, Kamis (17/10/2019).

Pelajar tersebut, merupakan satu dari 30 pelajar yang diamankan jajaran Polresta Depok.

Sebelumnya diberitakan, puluhan pelajar yang diamankan tersebut merupaka para pelaku tawuran pada Selasa (15/10/2019) di kawasan Rangkapan Jaya.

Akibat tawuran tersebut, seorang pelajar pun meregang nyawa meski sempat mendapat perawatan medis, lantaran terkena sabetan senjata tajam berupa celurit.

Tak terima rekannya meninggal, kelompok pelajar dari SMK KB pun balas dendam dan melakukan perusakan gedung sekolah SMK IZ pada Rabu (16/10/2019) pagi.

Pantauan TribunJakarta.com, satu persatu para pelajar yang diamankan diarahkan untuk meminta maaf pada orang tuanya masing-masing yang datang menjemput.

Suasana menjadi haru, ketika seorang perwakilan orang tua memberikan nasihat pada puluhan pelajar tersebut melalui speaker pengeras suara.

Menaker Tetapkan UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Pemprov DKI Belum Memutuskan

Pemkot Imbau Warga Tangsel Tidak Datang ke Jakarta saat Pelantikan Presiden dan Wapres

"Kami capek nyari duit, kalian di kelas malah tidur, main game, bukannya belajar. Sudah cukup, pakai mata kalian, buka hati," ujar seorang perwakilan orang tua.

Kemudian, satu persatu pelajar pun menyampaikan permohonan maafnya satu persatu kepada orang tua dan keluarganya masing-masing.

Usai beberapa pelajar menyampaikan permohonan maaf, petugas pun meminta mereka berbaris dan memeluk orang tuanya masing-masing hingga tak kuasa menitihkan air mata.

"Sudah abang capek nyari duit, lu jangan malu-maluin gua. Kita cuma berdua orang tua sudah gak ada, kalau gua gak sayang gak bakal gua jemput lu disini," ujar seorang pria sambil memeluk adiknya yang diamankan petugas.

Suasana haru pun berlangsung beberapa menit, dan petugas pun meminta puluhan pelajar tersebut untuk berjanji tidak mengulangi perbuatannya kepada keluarganya.

Penulis: Dwi putra kesuma
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved