Breaking News:

Fadjroel Rachman Kini Jadi Jubir Presiden, Ini Rekam Jejaknya: Sempat Ingin Jadi Capres Independen

Fadjroel Rachman secara gamblang mengaku ditunjuk Presiden Joko Widodo sebagai juru bicara.

Penulis: Muji Lestari | Editor: Kurniawati Hasjanah
Tangkapan Layar Kompas TV
Fadjroel Rachman 

Namun rupanya Fadjroel belum mau mundur dari jabatannya saat ini.

"Nanti saya minta bantuan kepada teman-teman baik dari wartawan, mudah-mudahan bisa diterima dan kita bisa bekerja sama," kata dia.

Ia akan memastikan dulu apakah tugas yang diberikan Jokowi ini membuatnya dilarang rangkap jabatan atau tidak.

Sosok di Balik Kesuksesan Sri Mulyani yang Kembali Jadi Menkeu, Tonny Sumartono Setia Mendampingi

Pernah Ingin Jadi Capres Independen

Dikutuip TribunJakarta dari Kompas.com, sebelum menjadi jubir, Fadjroel Rahman pernah mendeklarasikan diri sebagai calin presiden independen pada pilpres 2009.

Ia mengaku tak gentar berhadapan dengan calon-calon yang diusung oleh parpol.

Menurutnya, calon independen akan menjadi alternatif di tengah menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap partai politik.

"Tahun 2009, saatnya untuk capres independen!" kata Fadjroel.

Pria kelahiran Banjarmasin tersebut mengatakan, ia bisa meraup suara dari jumlah golput yang diperkirakan mencapai 60 juta pemilih.

Ia pun percaya diri bisa memberikan harapan yang lebih nyata pada rakyat.

Prabowo Akan Jadi Menteri, Najwa Shihab Malah Teringat Firasat Adian Napitupulu: Jadi Kenyataan?

"Sekarang ini, ada kerinduan masyarakat akan capres non parpol," kata dia.

Untuk itu, bersama dengan Mariana Amiruddin dan Bob Fabian, ia pun mengajukan uji materi terhadap Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2003 tentang Pemilihan Presiden ke Mahkamah Konstitusi.

Dikutip dari Harian Kompas, 19 Agustus 2008, Fadjroel menyebutkan bahwa permohonan uji materi itu dilakukan untuk mengembalikan hak konstitusional setiap warga negara.

"Dalam hal ini hak untuk mengajukan diri menjadi calon presiden tanpa harus melalui partai politik. Sebab, tidak semua warga negara menjadi anggota partai politik," kata Fadjroel.

Fadjroe mengatakan, permohonan uji materi ini juga dilakukan karena calon perseorangan sudah dapat mengikuti pemilihan gubernur dan bupati/wali kota.

Untuk membangun persamaan perlakuan di muka hukum, hal serupa perlu dilakukan untuk pemilihan presiden.

Namun, Mahkamah Konstitusi menolak permohonan uji materi terkait calon presiden dari jalur independen itu, seperti diberitakan Harian Kompas, 18 Februari 2009.

MK menilai, dalam konstruksi yang dibangun dalam UUD 1945, pengusulan pasangan calon presiden hak konstitusional partai politik.

Atas putusan itu, calon perseorangan tidak bisa dicalonkan sebagai presiden/wakil presiden. M

eski demikian, Fadjroel pun menyatakan akan terus mendorong perubahan kelima UUD 1945.

Ia juga tak akan menghentikan kampanye dirinya sebagai capres independen.

(Sumber: TribunJakarta/Kompas.com)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved