Suhu Panas Meningkat, Pemkot Jakarta Timur Antisipasi Kekeringan di Sejumlah Wilayah
Meningkatnya suhu panas di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya selama beberapa hari terakhir membuat Pemkot Jakarta Timur antisipasi kekeringan.
Penulis: Bima Putra | Editor: Suharno
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra
TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Meningkatnya suhu panas di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya selama beberapa hari terakhir membuat Pemkot Jakarta Timur kembali mengantisipasi kekeringan.
Meski baru pada Senin (21/10/2019) baru saja mengecek kondisi pompa air, Wakil Wali Kota Jakarta Timur Uus Kuswanto mengatakan pihaknya tetap mengantisipasi kekeringan.
"Sebenarnya kita sudah antisipasi untuk banjir, sudah cek pompa air. Tapi sekarang cuaca berubah panas lagi, jadi sekarang masih antisipasi kekeringan," kata Uus di Cakung, Jakarta Timur, Rabu (23/10/2019).
• Penyebab Susi Pudjiastuti Tak Masuk Kabinet Indonesia Maju, Jadi Tranding Topic, Susi Sadar Diri
Sejak musim kemarau melanda, Pemkot Jakarta Timur menyebut belum menerima laporan warga yang mengalami kesulitan atau masalah air bersih.
Namun Pemkot Jakarta Timur siap mengirim bantuan air bersih yang dijanjikan tiba dalam waktu dua jam setelah dilaporkan.
"Kalau ada laporan warga yang kurang air kita sudah siap siaga terkait dengan kebutuhan air bersih. Memang yang agak rawan di bagian Utara, Cakung, Pulogadung," ujarnya.
Uus menuturkan Kecamatan Cakung yang merupakan wilayah paling padat penduduk rawan kekeringan berdasarkan hasil identifikasi pihaknya.
Menurutnya wilayah paling padat penduduk di antara 10 Kecamatan itu rawan karena berdekatan dengan Jakarta Utara yang terdapat laut.
"Cakung kan termasuk yang maaf saja air tanahnya kurang bagus. Jadi mereka menggunakan air PAM, tapi selama air PAM masih mencukupi enggak ada masalah," tuturnya.
• DPRD Kritik Usulan Pemprov DKI Jakarta Terkait Dana Hibah Tahun 2020 Naik Jadi Rp 2,84 Triliun
Mengacu pada data BPBD dan BMKG beberapa waktu lalu, wilayah di Jakarta Timur yang berstatus rawan kekeringan yakni Kelurahan Halim, Cipayung, dan Pulogadung.
Sebelumnya BMKG mengatakan peningkatan suhu panas di wilayah DKI dan sekitarnya akibat gerak semu matahari dan diperkirakan berlangsung hingga pekan depan.
"Kondisi ini menyebabkan radiasi matahari yang diterima oleh permukaan bumi di wilayah tersebut relatif menjadi lebih banyak, sehingga akan meningkatkan suhu udara pada siang hari," kata Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG Miming Saepudin, Selasa (22/10/2019). (*)