Gembong Narkoba Adam Lolos dari Hukuman Mati, BNN: Ada Guyuran Uang untuk Ringankan Hukuman

Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari mengatakan bahwa gembong sabu seberat 54 kilogram, Muhammad Adam selalu dapat hukuman ringan.

Gembong Narkoba Adam Lolos dari Hukuman Mati, BNN: Ada Guyuran Uang untuk Ringankan Hukuman
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari saat memberi keterangan di Jakarta Timur, Kamis (24/10/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari mengatakan bahwa gembong sabu seberat 54 kilogram, Muhammad Adam mengguyur uang sejumlah pihak agar lolos dari hukuman mati.

Menurutnya upaya curang di luar proses hukum saat mengajukan kasasi di tingkat Mahkamah Agung (MA) bahkan sudah diakui Adam saat menjalani pemeriksaan.

"Setelah kita tahu yang bersangkutan melakukan upaya hukum, ternyata keterangan yang bersangkutan juga ada pengeluaran lain untuk biaya memperingan hukuman tersebut," kata Arman di Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (24/10/2019).

Ekploitasi Gadis-gadis Perawan Dijual Rp 20 Juta di Bogor, Polisi Ungkap Modus Pelaku Rekrut Korban

Meski tak gamblang menyebut siapa yang menikmati guyuran uang, dia yakin Adam yang memiliki aset sekitar Rp 12,5 triliun itu tak sekedar melakukan kasasi.

Pasalnya Adam yang diringkus BNN tahun 2016 lalu sudah berbisnis narkoba sejak tahun 2000 dan pernah divonis meski hukumannya ringan.

"Paling tidak ada empat kali dia (Adam) sudah melakukan. Hukumannya ringan, terakhir mendapat hukuman mati kemudian dianulir jadi 20 tahun," ujarnya.

Adam yang kini kembali mendekam di sel tahanan BNN karena nekat melanjutkan bisnis narkoba dari dalam Lapas Cilegon Banten membantah melakukan suap.

Adam menyebut turunnya vonis hakim dari hukuman mati ke 20 tahun penjara sebagai mukjizat dan murni upaya hukum lewat pengacara yang dibayar Rp 1,8 miliar.

"Itu mukjizat ya. Karena kita juga mengajukan kasasi, terus diurus sama pengacara. Itu yang dipublik menjadi 'diurus' maksudnya kan begitu. Itu yang jadi pertanyaan 'diurus', maksudnya diurus itu lewat kasasi," bantah Adam.

Mayat Driver Taksi Online Dibuang di Tol Malang: Dipicu Utang, Cara Sadis Pelaku Bunuh Rusdianto

Sebagai informasi, di tingkat Pengadilan Negeri Adam divonis mati, pun saat melakukan banding ke tingkat Pengadilan Tinggi yang menguatkan putusan.

Namun di tingkat kasasi, majelis hakim MA menurunkan hukuman Adam dari vonis mati ke hukuman 20 tahun penjara lalu menjalani tahanan di Lapas Cilegon Banten. (*)

Penulis: Bima Putra
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved