Sebanyak 1.500 Lulusan Pilot Menganggur, Tersebar di Seluruh Sekolah Penerbangan di Indonesia

Ribuan pilot yang menganggur tersebut tersebar di seluruh sekolah penerbangan yang ada di Indonesia.

Tayang:
Penulis: Ega Alfreda | Editor: Muji Lestari
TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP), Umiyatun Hayati Triastuti ditemui usai acara Kongres I Ikatan Pilot Alumni Curug (IPAC), Kabupaten Tangerang, Sabtu (26/10/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, CURUG - Fakta baru soal dunia penerbangan di Indonesia cukup mencengangkan lantaran sebanyak 1.500 pilot atau lulusan penerbangan belum mendapatkan pekerjaan.

Ribuan pilot yang menganggur tersebut tersebar di seluruh sekolah penerbangan yang ada di Indonesia.

Ditemui di Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP), Umiyatun Hayati Triastuti membenarkan data tersebut.

Untuk menekan angka pengangguran pilot, pihaknya mengaku menggandeng sejumlah operator hingga maskapai penerbangan untuk mengetahui kebutuhan industri.

"Kuncinya kita benar-benar menerapkan link and match mulai dari perencanaan, kita sudah sepakat membuat roadmap. Kita berpartner dengan semua asosiasi, industri, regulator dan termasuk para operator penerbangan," ujar Hayati usai acara Kongres I Ikatan Pilot Alumni Curug (IPAC), Kabupaten Tangerang, Sabtu (26/10/2019).

Dari kerja sama antar maskapai dan asosiasi penerbangan seperti IPAC, Hayati berharap tidak ada lagi miss match antara lulusan pilot dengan industri penerbangan.

"Sudah kerja sama dengan berbagai maskapai termasuk Garuda. Bahkan sejak rekrutmen awal sudah berkolabirasi dengan industrinya. Itu salah satu bentuk memotong miss match tadi," jelas Hayati.

Satu diantara bentuk pemangkasan angka pengangguran pada pilot, Hayati melanjutkan, menggandeng IPAC yang menjadi asosiasi penerbangan terbesar di Indonesia.

Fungsinya, untuk memonitoring kebutuhan industri penerbangan dengan sumber daya manusia yang dihasilkan oleh STPI Curug.

"Kita mapping pendekatan komprehensif, arahan Presiden tidak hanya satu aspek teknis operasional, ada finansial, legal, ada lainnya. Kita akan bina terus untuk menutup jarak tadi tapi tidak bs dalam waktu satu hari," beber Hayati.

Sementara, ketua pertama IPAC, Captain Daniel Dewantoro juga membenarkan adanya 1.500 pilot yang masih menganggur sampai saat ini.

Sekira 150 diantaranya merupakan lulusan penerbangan dari STPI Curug namun, sudah mulai diberdayakan kemampuannya untuk mengabdi kembali di STPI.

"Kita sudah menyerap pilot magang di STPI Curug, kita penempatan ke perencanaan, humas, di pendidikan, dan unit-unti terkait. Jadi sebetulnya, yang magang itu sudah banyak bahkan di Dirjen Perhubungan Udara, di Otban juga banyak," ucap Daniel.

Tawuran Pecah di Tambora Jakarta Barat, Satu Orang Tewas

Pascabentrok Antar Kelompok Masyarakat, Kondisi Tanah Abang Kembali Kondusif

Menjadi pilot senior di sebuah maskapai, Daniel mengaku dapat menjadi awal cerah untuk menekan angka pengangguran di bidang penerbangan.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved