Breaking News:

5 Murid Tewas Saat Studi Tur, SMP Budhaya III Tak Lapor Sudin Pendidikan Jakarta Timur

SMP Budhaya III Santo Agustinus tak melapor ke Sudin Pendidikan Jakarta Timur saat menggelar studi tur yang berujung tewasnya lima murid.

Penulis: Bima Putra | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Petugas penggalian makam TPU Pondok Kelapa saat menggali makam untuk murid SMP Budhaya III yang tewas tenggelam di Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu (27/10/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, DUREN SAWIT - SMP Budhaya III Santo Agustinus tak melapor ke Sudin Pendidikan Jakarta Timur saat menggelar studi tur yang berujung tewasnya lima murid.

Kelima murid itu tewas tenggelam di Sungai Ciujung, Banten.

Kasudin Pendidikan Wilayah Satu Jakarta Timur Ade Narun mengatakan pihaknya tak menerima laporan sebelum SMP Budhaya III memboyong siswanya ke Kampung Baduy.

"Tidak, tidak ada laporan. Informasinya yang saya dapat mereka (SMP Budhaya III) enggak menyampaikan izin kepada kita," kata Ade saat dikonfirmasi di Duren Sawit, Jakarta Timur, Senin (28/10/2019).

Padahal, setiap kegiatan yang digelar sekolah dan melibatkan murid seharusnya dilaporkan ke Sudin Pendidikan setempat.

Ade menuturkan kewajiban melapor tak hilang hanya karena SMP Budhaya III merupakan sekolah swasta karena tetap dinaungi Dinas Pendidikan DKI.

"Karena kita kan juga akan monitor ke mana mereka berangkatnya, tujuannya apa. Kita harus tahu tempatnya, membahayakan siswa atau tidak. Ada pungutan yang memberatkan siswa atau tidak," ujarnya.

Meski tak gamblang menyebut apa pihaknya melarang kegiatan studi tur, Ade menilai studi tur yang digelar SMP Budhaya III dinilai tak sesuai.

Menurutnya Sudin Pendidikan Jakarta Timur sudah menyarankan agar setiap kegiatan tak sampai digelar di luar lingkungan sekolah.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved