Wanita 24 Tahun Asal Bekasi Jadi Korban Pelecehan di KRL, Ciri-ciri hingga Korban Bentak Pelaku
Menurutnya, pelaku memiliki perawakan yang tidak muda dengan tinggi badan sedang, serta cenderung kebapak-bapakan.
Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Wahyu Aji
Meski begitu, AM mengaku masih ingat dengan ciri-ciri pelaku.
Menurutnya, pelaku memiliki perawakan yang tidak muda dengan tinggi badan sedang, serta cenderung kebapak-bapakan.
"Enggak (muda), dia udah bapak-bapak si, terus sebenarnya agak kurang jelas juga karena sayakan di depan dia (membelakangi pelaku) tapi saya cuma bisa liat dari pantulan layar hp aja, jadi saya kepikiran buat liat sekilas mukanya," ungkap AM.
Awalnya, AM sempat curiga pelaku akan mengincar ponsel yang tengah ia genggam. Pada saat itu, ia mengaku tengah asik menonton film di ponsel.
Namun, pelaku yang beridiri di belakangnya selalu melirik ke arah ponsel, dari situ dia langsung mengemas alat komunikasinya ke dalam tas.
"Cuma yang jelas dia itu pakai topi item, hampir nutupin matanya agak turun gitu, terus pakai kemeja kuning lengan pendek sama tas kecil selempang depan," jelas dia.
Alasan Korban Berani Bentak Pelaku
Hal yang membuat dia berani membentak tidak lain karena pengalaman yang kerap ia dapatkan. Wanita asal Bekasi ini mengaku kerap mendapat pelecehan secara verbal (catcalling) ketika berjalan di tempat umum.
"Awal-awal saya takut kalau dicatcalling atau dipanggil aneh-aneh. Tapi makin hari makin ngerasa ngapain gua takut, toh sekarang kalau misalkan takut dia (pelaku) makin menjadi-menjadi, terpuaskan, oh korbannya malah takut. Ya enggak bisa, gue harus berani," kata AM, Senin, (28/10/2019).
AM sadar, berteriak atau membentak orang di tempat umum akan mengakibatkan dampak yang sangat besar untuk dirinya. Rasa malu, takut dikira orang tidak waras tentu terbesit dalam benaknya.
Tapi semua ketakutan itu pudar ketika dia yakin, apa yang dilakukan pelaku pelecehan seksual merupakan tindakan tercela dan semua orang harus tahu dan berani melawan.
"Enggak mau tahu, gue harus ngomong ini enggak bener. Bodo amat orang-orang melihat gue aneh, ini kan udah ranah privasi gue banget kan intinya. Mau enggak mau ya harus kaya gitu, berani ngomong," terangnya.
"Maaf karena wanita tuh kalau bisa dibilang sekarang masih berada di kelas dua. Walaupun ada gerakan empower (emansipasi wanita) tentu aja laki-laki, budaya patriarkinya di Indonesia masih kental banget," tambahnya.
Sempat Trauma Jadi Korban Pelecehan Seksual, AM Mengaku Lebih Waspada
AM (24), wanita asal Bekasi yang menjadi korban pekecahan seksual saat menggunakan Kereta Rel Listrik (KRL) tujuan Bekasi, sempat mengalami trauma usai kejadian yang terjadi pada, Jumat, (28/10/2019).