Aksi PSK Online Manfaatkan MiChat Pakai Kode Khusus Hingga Cerita Terjerumus Dunia Prostitusi

Para pekerja seks komersial (PSK) memanfaatkan aplikasi MiChat untuk mencari pelanggan. Mereka punya kode khusus hingga cerita seputar prostitusi.

Tayang:
Penulis: Ferdinand Waskita | Editor: Muhammad Zulfikar
ThinkStock via Kompas
Ilustrasi Prostitusi 

Namun tim Tribun menawar DP dan tarif tersebut, dan disetujui AN.

Karena tarif yang disepakati cuma Rp 500 ribu, lokasi bertemu di kos-kosan AN di sebuah gang di Jalan Antasari Bandar Lampung.

AN mengaku, meski tarif normalnya Rp 1,5 juta, namun jika sedang tidak memiliki uang maka bisa jadi Rp 1 juta atau kurang dari itu.

"Tarif ini sudah layanan semalam penuh," kata dia.

Ia mengaku, sering melayani pria hidung belang di salah satu tempat Karaoke yang ada di Bandar Lampung.

Sebab, selain menawarkan diri di media sosial, ia juga kerap sering menunggu pelanggan di tempat karaoke itu.

"Biasanya sampe pagi tergantung customer-nya. Tempat seringnya di karaoke, tapi di hotel juga sering sih," sebutnya.

Terjerumus Dunia Prostitusi Sejak Usia 20 Tahun

Ilustrasi
Ilustrasi (brianzeiger.com)

An mengaku telah berkecimpung di dunia prostitusi online sejak usia 20 tahun.

Saat ini usianya 23 tahun. Ia mengaku awalnya bukan seorang PSK.

Beberapa tahun lalu, ia datang dari Sumatera Selatan untuk mencari pekerjaan di Bandar Lampung.

Namun pekerjaan yang diharapkan tak kunjung dapat, sementara ia membutuhkan uang untuk bertahan hidup.

Akhirnya, ia memutuskan menjadi PSK menggunakan akun MiChat.

"Ya mau gimana, hidupnya emang udah kaya gini, cari kerja susah," ungkapnya.

Video Panas

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved