Breaking News:

Idap Kanker Paru-paru, Bobot Ibu Hamil di Kalbar Cuma 30 Kg: Tak Mampu Tebus Obat Rp 4,2 Juta

Tepat diusia kandungannya memasuki trimester kedua, wanita bernama Valentina Miranti (24) didiagnosa menderita kanker paru-paru.

Penulis: Muji Lestari | Editor: Rr Dewi Kartika H
Tangkapan Layar TribunPontianak
TERBARING: Valentina Miranti terbaring di kamar ditemani ibunya. Sejak didiagnosa mengidap kanker paru, Mira hanya terbaring lemah di kamar, Selasa (29/10/2019). 

Sejak saat itu, Miranti merasa sering sakit sesak nafas.

Keluarganya lalu berinisiatif membawa Miranti ke Singkawang, untuk berobat ke dokter dan diperiksa secara menyeluruh.

“Dicek menyeluruh. Mulai dari dahak, rontgen, USG. Ternyata kanker. Dokter ndak sebut stadium berapa. Saya pun ndak ada tanya. Cuma yang terakhir, pas saya berobat ke singkawang lagi, dokter bilang sudah stadium 4,” ungkap Miranti.

Pulang dari Singkawang, sel kanker yang menyerang paru-paru bisa dikendalikan dengan rutin mengkonsumsi obat khusus resep dokter.

Ditanya Tentang Lem Aibon Rp 82,8 Miliar di APBD DKI, Wali Kota Jakbar: Bukan Tanggung Jawab Saya

Harganya satu paket obatnya Rp 4.200.000,-.

Obat resep dokter sedikit mengurangi rasa sakit kangker.

Miranti bahkan bisa melakukan aktivitas, mulai dari menyuci, hingga masak.

Perubahan fisik juga dirasakan Miranti, berat badan perlahan naik.

Dari semula —sejak didiagnosa kanker— berat badannya 32 kilogram, naik menjadi 39 kilogram.

Namun, perubahan itu tidak berlangsung lama.

Berat badannya kembali menyusut sejak pasokan obat terputus.

Keluarga Mira tak mampu lagi membeli obat yang harganya cukup mahal tersebut.

Kini berat badan Miranti sangat memprihatinkan, hanya 30 kilogram saja.

“Makanya kambuh lagi, karena ndak minum obat selama dua minggu. Kami sudah tidak mampu beli obatnya,” ujar Miranti.

Tak Cuma Lem Aibon, Yunarto Soroti Anggaran Pulpen Capai Ratusan Miliar, Ernest: Pake Tinta Cumi

Sel kanker menyerang tubuh Miranti tanpa aba-aba.

Begitu menyerang, tubuhnya lumpuh, badannya panas, paru-paru sesak.

Jangankan untuk beridiri dan duduk, memiringkan badan saja diakui Miranti tak mampu.

“Bisa sampai pingsan, ndak mampu nahan sakit. Makan, minum baring, disuapin. Bisa baring hingga satu harian,” ungkap Miranti.

Nafsu makan Miranti hilang sejak kangker paru yang dideritanya kambuh.

Untuk menelan makanan sakit, apalagi saat merasakan sesak nafas.

Padahal, bayi yang dikandungnya sangat membutuhkan asupan gizi yang seimbang. (*)

(Sumber: TribunJakarta/TribunPontianak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved