Breaking News:

Merk Kocak Rokok Ilegal di Kabupaten Tangerang, dari 'Djaran Goyang' Hingga 'Laris Brow'

Kepala Kantor Bea Cukai Tangerang, Aris Sudarminto, mengatakan nama dan desain tersebut sengaja dibuat sedemikian rupa untuk mengelabui petugas.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Barang bukti kasus rokok ilegal yang diungkap Bea Cukai Tangerang dan pelimpahan tahap dua ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Tangerang, di kantor Kejari Kabupaten Tangerang, Tigaraksa, Rabu (30/10/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, TIGARAKSA - Pembuat rokok ilegal menamai produknya berupa plesetan dari nama rokok besar yang sudah banyak beredar di pasaran.

Bea Cukai Tangerang berhasil meringkus M (31) yang kedapatan mengedarkan rokok ilegal dengan cukai palsu.

Sebanyak 40 bal atau 160.000 batang rokok yang diamankan itu terdiri dari tiga merek: Djaran Goyang, Laris Brow dan GLS Sport Menthol.

Desain bungkus rokok itu dibuat sedemikian rupa menyerupai merek rokok besar seperti Djarum Super atau LA Lights.

Djaran Goyang berwarna merah marun dan hitam persis Djarum Super. Sedangkan Laris Brow berwarna putih dengan hurif L besar berwarna merah laiknya LA Mild.

Kepala Kantor Bea Cukai Tangerang, Aris Sudarminto, mengatakan nama dan desain tersebut sengaja dibuat sedemikian rupa untuk mengelabui petugas.

"Kalau dari mereknya pasti untuk mengelabui petugas," ujar Aris saat ungkap kasus rokok ilegal itu dan pelimpahan tahap dua ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Tangerang, di kantor Kejari Kabupaten Tangerang, Tigaraksa, Rabu (30/10/2019).

Kadisnakertrans: Terkait PP 78/2015 Ada Ketentuan yang Tak Dapat Dilanggar

Bea Cukai Tangerang Amankan 160.000 Batang Rokok Ilegal di Cisoka

Barang bukti kasus rokok ilegal yang diungkap Bea Cukai Tangerang dan pelimpahan tahap dua ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Tangerang, di kantor Kejari Kabupaten Tangerang, Tigaraksa, Rabu (30/10/2019).
Barang bukti kasus rokok ilegal yang diungkap Bea Cukai Tangerang dan pelimpahan tahap dua ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Tangerang, di kantor Kejari Kabupaten Tangerang, Tigaraksa, Rabu (30/10/2019). (TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir)

Aris mengatakan, rokok yang diamankan dari Cisoka, Kabupaten Tangerang itu didapat M dari sesaorang berinisial S asal sebuah kota di Jawa Tengah. Saat ini S masih dalam pengejaran.

"Jadi kalau yang ini (lokasi pabriknya) belum kita pastikan. Karena penghubungnya tidak ketahuan. Orangnya ini (inisial S) lari, tapi masih kita upayakan," ujarnya.

Atas perbuatannya, M dijerat pasal 54 dan atau pasal 56 Undang-undang nomor 39 tahun 2007 dengan hukuman paling berat 5 tahun dan atau membayar 10 kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.

Kasus peredaran rokok dengan cukai palsu ini berpotensi merugikan negara sebesar Rp 69.610.400.

Sementara, Kepala Kejari Kabupaten Tangerang, Zulbahri Bahtiar mengatakan, akan mempersiapkan kasus tersebut untuk proses penuntutan.

"Hari ini kita menerima tahap dua tersangka dan barang bukti. Setelah tahap dua kita akan lakukan penahanan selama 20 hari, dan dalam tenggang 20 hati kita menyiapkan administrasi untuk penuntutan," ujar Zulbahri.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved