Warganya Terdampak Debu Proyek, Lurah Cipinang Melayu Minta PT KCIC Bangun Posko Kesehatan

Lurah Cipinang Melayu Agus Sulaeman mengatakan posko tersebut guna memastikan warga RW 12 tak mengalami masalah kesehatan

Warganya Terdampak Debu Proyek, Lurah Cipinang Melayu Minta PT KCIC Bangun Posko Kesehatan
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Permukiman warga RW 12 Kelurahan Cipinang Melayu di Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, Sabtu (2/11/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, MAKASAR - PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) selaku pelaksana proyek Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung diminta membangun posko kesehatan bagi RW 12 Kelurahan Cipinang Melayu.

Lurah Cipinang Melayu Agus Sulaeman mengatakan posko tersebut guna memastikan warga RW 12 tak mengalami masalah kesehatan karena debu imbas pengerjaan proyek.

"Saya lagi usulkan untuk dibuka posko kesehatan untuk warga yang terkena dampak debu," kata Agus saat dikonfirmasi di Makasar, Jakarta Timur, Sabtu (2/11/2019).

Pasalnya permukiman warga RW 12 berada dekat lokasi pengerjaan proyek Kereta Api Cepat garapan PT KCIC yang merupakan perusahaan konsorsium gabungan.

Agus juga berharap posko kesehatan tersebut nantinya tak menggunakan tenaga medis dari Puskesmas Kelurahan/Kecamatan.

"Untuk tenaga medisnya dari KCIC," ujarnya.

Gangguan SUTET Jalur Bekasi-Cawang, Sejumlah Wilayah Mengalami Pemadaman Listrik

Relawan Minta Vijaya Fitriyasa Minta Maaf ke Iwan Bule Soal Tudingan Kongsi dengan Kartel

Jumain (63), satu warga RW 12 menyebut nyaris satu tahun sejak proyek bergulir bagian teras dan ruang tamu rumahnya dipenuhi tumpukan debu.

Dalam satu hari, sedikitnya dia harus dua kali menyapu dan mengepel bagian teras dan ruang tamu rumahnya agar bersih dari timbunan debu.

"Debunya luar biasa, mau pintu rumah ditutup juga tetap saja masuk. Pokoknya sejak awal mulai proyek rumah warga kotor sama debu," tutur Jumain.

Meski nyaris satu tahun dirugikan, menurutnya warga RW 12 tak pernah mengeluh dampak buruk pengerjaan secara langsung ke PT KCIC.

Namun dia menyesalkan 'keramahan warga' yang justru membuat PT KCIC terkesan tak memperdulikan dampak buruk pengerjaan proyek.

"Ini kan hajat negara, untuk kepentingan umum. Makannya selama ini kita enggak mengeluh, tapi ya karena enggak pernah mengeluh itu juga mereka jadi seperti kebablasan," lanjut dia.

TribunJakarta.com berupaya memastikan dampak debu di permukiman warga RW 12, namun hujan dan banjir pada Jumat (1/11/2019) menyapu seluruh debu imbas proyek.

Penulis: Bima Putra
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved