Pengembangan Kasus Narkoba, Pemuda 26 Tahun Rakit Airsoft Gun Jadi Senjata Api Diringkus Polisi

"Motif dari tersangka membuat senjata ini adalah motif ekonomi, karena senjata api yang berhasil dirakit dijual kepada orang yang memesan," ujar Ferdy

Pengembangan Kasus Narkoba, Pemuda 26 Tahun Rakit Airsoft Gun Jadi Senjata Api Diringkus Polisi
TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Tersangka kasus narkotika dan kepemilikan senjata api, Cahyo Rafli alias Yongki (26) di Mapolres Tangsel, Jalan Raya Promoter, Serpong, Senin (4/11/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SERPONG - Seorang pemuda asal Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Cahyo Rafli alias Yongki (26), kedapatan memiliki senjata api yang dia rakit sendiri dari airsoft gun bekas untuk dijual dan meraup untung 10 kali lipat.

Yongki diringkus aparat Polsek Ciputat berdasarkan pengembangan kasus narkotika.

Dari rumahnya, aparat berhasil mengamankan tiga paket klip plastik bening berisi sabu-sabu dengan berat bruto 10,10 gram dan satu bungkus kertas coklat berisi ganja dengan berat bruto 2,53 gram.

Dari penggeledahan rumah Yongki juga didapati satu unit pistol jenis FN, tiga unit pistol revolver WG733 dan dua unit pistol revolver WG708 yang disimpan di dalam koper kecil warna hitam.

Saat kasus itu diungkap di Mapolres Tangsel, Kapolres Tangsel, AKBP Ferdy Irawan didampingi Kapolsek Ciputat, Kompol Endy Mahandika, mengatakan, sudah ada satu senjata api rakitan yang laku terjual.

Wanita Cantik Divonis 4 Tahun Bui dan Denda Rp 800 Juta Gegara Simpan Sabu di Bra, Buat Jaga Warkop

"Motif dari tersangka membuat senjata ini adalah motif ekonomi, karena senjata api yang berhasil dirakit dijual kepada orang yang memesan," ujar Ferdy di Mapolres Tangsel, Jalan Raya Promoter, Serpong, Senin (4/11/2019).

Ferdy menjelaskan, Yongki mendapatkan airsoft gun bekas itu dari toko online seharga Rp 500 ribu.

Sedangkan senjata mematikan itu dijual seharga Rp 5 juta, alias untung 10 kali lipat.

"Modalnya di bawah 500 ribu karena ini kan senjata airsoft gun yang dimodifikasi sedemikian rupa menjadi senjata api dan ini kebanyakan bekas alias second," ujarnya.

Endy menambahkan, Yongki menjual senjata rakitannya lewat Youtube.

"Untuk penjualan toko online saya rasa tidak, karena dia sudah buka di link youtubenya ada yang berminat untuk membuktikan bahwa dia berhasil, pakai yang sudah dia rakit itu," ujar Endy.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 114 ayat (2) subsider pasal 112 ayat (2) subsider 111 ayat (1) Undang-undang narkotika nomor 35 tahun 2009, kemudian untuk senjata apinya tambahkan AUndang-undang pasal 1 ayat (1) darurat nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved