Serikat Buruh Tangerang Minta Kenaikan Upah Minimum Sebesar 12 Persen, Ancam Demo Besar-besaran

Bahkan mereka berencana akan menggelar aksi besar-besaran di kawasan Banten tak terlepas Kota Tangerang selama dua pekan mendatang.

Serikat Buruh Tangerang Minta Kenaikan Upah Minimum Sebesar 12 Persen, Ancam Demo Besar-besaran
TribunJakarta.com/Bima Putra
(Ilustrasi) Massa FSP LEM SPSI dan KSPSI berkumpul di gedung bekas Ramayana, Cimanggis, Depok, Selasa (1/5/2018). TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Gabungan buruh dari Provinsi Banten termasuk Kota Tangerang yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) meminta kenaikan upah minimum provinsi (UMP) tidak hanya 8,51 persen.

Bahkan mereka berencana akan menggelar aksi besar-besaran di kawasan Banten tak terlepas Kota Tangerang selama dua pekan mendatang.

Unjuk rasa dilakukan sebagai bentuk penolakan upah minimum provinsi (UMP) yang naik 8,51 persen sesuai surat edaran Kementerian Ketenagakerjaan tentang Kenaikan UMP tahun 2020.

"Kami menolak dengan keras jika upah naik cuma 8,51 persen saja," kata Ketua PC FSPTSK KSPSI Kota Tangerang Hendi Purnomo, Senin (4/11/2019) melalui pesan.

Menurutnya KSPSI menuntut agar PP No 78/2015 tentang Pengupahan segera direvisi karena dinilai tidak sesuai dengan kebutuhan hidup buruh di Kota Tangerang.

Selain itu, KSPSI menuntut agar Pemerintah Provinsi Banten menetapkan kenaikan upah minimum provinsi/kabupaten-kota menjadi 12 persen.

Angka kenaikan itu, kata Hendi, berdasarkan survei pasar mengenai kebutuhan hidup layak (KHL) pada dua bulan terakhir.

"Pemerintah harus melihat ke lapangan kalau angka kenaikan 12 persen ini adalah kenyataan. Penetapan harus sesuai survei," minta Hendi.

Sedih Rafathar Disebut Tak Sopan, Baim Wong Beberkan Soal Trauma Putra Raffi Ahmad: Dia Itu Baik

Anggota Polsek Kalideres Temukan Anak Hilang di Jakarta Barat, Tak Bisa Sebutkan Alamat Rumah

Hendi menegaskan, serikarnya akan turun aksi kembali bahkan dalam skala yang besar untuk menyampaikan beberapa tuntutan.

Saat ditanya lokasi, Hendi mengaku masih berkoordinasi lagi dengan serikatnya agar tepat sasaran.

"Aksi sudah pasti karena sudah akan dijalankan lagi. Kita turun ke jalan besar-besaran, lebih-lebih lagi kalau rekomendasi kita enggak direspon," tandas Hendi.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved