Soal Retribusi Parkir, Kepala Bapenda Kota Bekasi Klaim Tidak Keluarkan Surat Tugas Buat Ormas

Aan Suhanda menjelaskan surat tugas yang menjadi alasan organisasi kemasyarakatan (ormas) berani meminta uang parkir di minimarket.

Soal Retribusi Parkir, Kepala Bapenda Kota Bekasi Klaim Tidak Keluarkan Surat Tugas Buat Ormas
TribunJabar/Gani Kurniawan
Ilustrasi parkir 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bekasi Aan Suhanda menjelaskan surat tugas yang menjadi alasan organisasi kemasyarakatan (ormas) berani meminta uang parkir di minimarket.

Aan menerangkan surat tugas itu baru dikeluarkannya pada Febuari 2019.

Surat tugas ini dikeluarkan untuk juru parkir yang mengambil uang parkir di minimarket, bukan untuk ormas.

Satu surat tugas itu untuk satu orang, atau satu jukir untuk satu titik, dan itu tidak dikeluarkan untuk ormas.

"Surat tugas itu buat juru parkir, kita kasih masa berlaku sebulan."

"Tujuannya untuk evaluasi kalau memang satu bulan itu baik (jukir), kita perpanjang. Jadi mereka (jukir) kerja di kami," jelas Aan kepada awak media, Selasa (5/11/2019).

Aan mengungkapkan, dalam surat tugas tidak ada tulisan instruksi Wali Kota Bekasi seperti apa yang dituduhkan.

"Tidak ada tulisan dalam surat tugas itu bahwa itu instruksi Wali Kota. Kalau Instruksi Wali Kota itu kan buat Bapenda," jelasnya.

Nantinya, jukir itu akan dibekali rompi serta tiket resmi dari Bapenda untuk menarik uang parkir.

Untuk mekanisme penyetoran hasil parkir itu, kata Aan, tergantung ramai atau tidaknya lokasi minimarket.

Halaman
1234
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved