Kontroversi Anggaran DKI Jakarta
Tak Masuk RPJMD, PSI Kritik Penyelenggaraan Formula E
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengkritik penyelenggaraan Formula E di Jakarta pada 2020 mendatang.
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Y Gustaman
Alasan kedua Jakarta wajib menggelar Formula E diharapkan dapat menggerakan perekonomian masyarakat.

Dari hitung-hitungan Pemprov DKI, Anies mengklaim akan ada perputaran uang hingga Rp 1,2 triliun di masyarakat saat Formula E dihelat di Jakarta.
"Perhitungan konservatif, nilai perhitungan ekonomi yang bergerakxdo Jakarta bisa sekira 78 juta euro atau Rp 1,2 triliun yang bergerak di Jakarta," kata Anies.
"Manfaat inilah yang ingin kami kejar," tambahnya.
Alasan terakhir mendorong Pemprov DKI menyepakati kerja sama dengan federasi otomotif dunia (FIA) hingga 2024 agar posisi Jakarta sejajar dengan kota-kota besar lainnya di dunia.
"Kami ingin menempatkan Jakarta di dalam percaturan kota dunianyang bisa menyelenggarakan event sekelas Formula E ini," ucapnya.
Seperti diketahui, Jakarta resmi menjadi tuan rumah Formula E pada 2020 mendatang.
Menurut rencana, ajang balap internasional ini akan dilaksanakan pada 6 Juni 2020.
"Tanggal 6 Juni di hari Sabtu, Jakarta akan jadi tuan rumah Formula E," kata Anies.
Guna menggelar event internasional ini, Pemprov DKI Jakarta akan menyulap kawasan Monas menjadi arena balap jalan raya.
Nantinya, kawasan Monas yang akan disulap menjadi arena balap akan dilapisi dengan aspal yang bisa dibuka kembali.

"Jadi ditimpa plastik dulu, kemudian baru diaspal. Dengan begitu sewaktu-waktu bisa dibuka lagi," ujarnya.
Anies menyebut, selama pelaksanaan Formula E ini, kawasan Monas akan ditutup selama sepekan.
"Diperkirakan satu minggu, lebih sebentar dibandingkan bulan Mei lalu ketika ada sidang di MK dan Bawaslu. Di sana lebih lama dan ini tidak lama," kata Anies sambil tertawa.
Jalan Raya Alternatif Lintasan Balap Formula E