Kontroversi Anggaran DKI Jakarta
Tak Masuk RPJMD, PSI Kritik Penyelenggaraan Formula E
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengkritik penyelenggaraan Formula E di Jakarta pada 2020 mendatang.
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Y Gustaman
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci
TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengkritik penyelenggaraan Formula E di Jakarta pada 2020 mendatang.
Jakarta akan menjadi tuan rumah ajang balap Formula E dari 2020 sampai 2024 mendatang.
Pasalnya, ajang balap internasional itu tidak masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan list program percepatan pelaksanaan kegiatan strategis daerah.
Untuk itu, PSI akan memberikan tanggapan terkait penyelenggaraan balap jet darat pada Kamis (7/11/2019) siang di ruang Fraksi PSI DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat.
Pembicara dalam konferensi pers ini ialah dua anggota Fraksi PSI DPRD DKI, yaitu Anggara Wicitra dan Anthony Winza.
Diketahui, sejumlah usulan anggaran dalam Kebijakan Umum Anggaran-Plafon Prioritas Anggaran (KUA-PPAS) untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah atau APBD DKI Jakarta 2020 mendapat sorotan.
PSI mengungkap sejumlah usulan anggaran janggal di KUA-PPAS, seperti pengadaan lem aibon senilai Rp 82,8 miliar hingga pengadaan bolpoin sebesar Rp 123,8 miliar.
Alasan Anies Formula E Digelar di Jakarta
Tempo hari Gubernur Anies Baswedan mengungkap tiga alasan Jakarta wajib menggelar balap mobil Formula E.
Hal ini ia sampaikan saat pengumuman resmi Jakarta menjadi tuan rumah ajang balap mobil elektrik itu di kawasan Monas, Gambir, Jakarta Pusat.
"Kita memiliki tujuan, satu adalah soal lingkungan," ucap Anies kepada wartawan pada Jumat (20/9/2019).
Anies menjelaskan, lingkungan menjadi perhartian pihaknya lantaran adanya isu perubahan iklim akibat pemanasan global.
Terlebih, beberapa bulan belakangan ini, buruknya kondisi kualitas udara di Jakarta sendiri sedang menjadi sorotan publik.
"Jakarta sebagai kota terbesar di selatan dunia harus menjadi pionir karena masa depan transportasi adalah yang bebas emisi," Anies menjelaskan.