Kontroversi Anggaran DKI Jakarta

Tak Masuk RPJMD, PSI Kritik Penyelenggaraan Formula E

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengkritik penyelenggaraan Formula E di Jakarta pada 2020 mendatang.

Tak Masuk RPJMD, PSI Kritik Penyelenggaraan Formula E
TRIBUNJAKARTA.COM/DIONISIUS ARYA BIMA SUCI
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Chief Championship Officer Formula E Alberto Longo di kawasan Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (20/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengkritik penyelenggaraan Formula E di Jakarta pada 2020 mendatang.

Jakarta akan menjadi tuan rumah ajang balap Formula E dari 2020 sampai 2024 mendatang.

Pasalnya, ajang balap internasional itu tidak masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan list program percepatan pelaksanaan kegiatan strategis daerah.

Untuk itu, PSI akan memberikan tanggapan terkait penyelenggaraan balap jet darat pada Kamis (7/11/2019) siang di ruang Fraksi PSI DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Pembicara dalam konferensi pers ini ialah dua anggota Fraksi PSI DPRD DKI, yaitu Anggara Wicitra dan Anthony Winza.

Diketahui, sejumlah usulan anggaran dalam Kebijakan Umum Anggaran-Plafon Prioritas Anggaran (KUA-PPAS) untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah atau APBD DKI Jakarta 2020 mendapat sorotan.

PSI mengungkap sejumlah usulan anggaran janggal di KUA-PPAS, seperti pengadaan lem aibon senilai Rp 82,8 miliar hingga pengadaan bolpoin sebesar Rp 123,8 miliar.

Alasan Anies Formula E Digelar di Jakarta

Tempo hari Gubernur Anies Baswedan mengungkap tiga alasan Jakarta wajib menggelar balap mobil Formula E.

Halaman
1234
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved