Food Story

Kisah Firdan Ajak Teman Tuli Kerja di Bakso Rusuk, Sempat Salah Paham dengan Pembeli

Baru sekitar satu bulan, Muhammad Firdan (25) membangun usaha tempat makan bernama Bakso Rusuk Teman Tuli di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur.

TribunJakarta/Satrio Sarwo Trengginas
Sosok Muhammad Firdan di Bakso Rusuk Teman Tuli di Kawasan Rawamangun, Jakarta Timur pada Sabtu (9/11/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, RAWAMANGUN - Baru sekitar satu bulan, Muhammad Firdan (25) membangun usaha tempat makan bernama Bakso Rusuk Teman Tuli di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur.

Sesuai dengan namanya, ia turut mengikutsertakan dua karyawan penyandang tuna rungu di bisnis kulinernya itu.

Sosok Muhammad Firdan di Bakso Rusuk Teman Tuli di Kawasan Rawamangun, Jakarta Timur pada Sabtu (9/11/2019).
Sosok Muhammad Firdan di Bakso Rusuk Teman Tuli di Kawasan Rawamangun, Jakarta Timur pada Sabtu (9/11/2019). (TribunJakarta/Satrio Sarwo Trengginas)

Anak muda itu ingin membuktikan bahwa semua orang yang mengalami keterbatasan fisik berhak mendapatkan pekerjaan.

Percik semangat Firdan itu juga terinspirasi oleh sosok pendiri Kopi Tuli (Koptul) yang mempekerjakan sejumlah karyawan tuli.

Awalnya, Firdan sebenarnya ingin membangun usaha toko kopi layaknya Kopi Tuli.

Namun, dananya belum mencukupi untuk membangun usaha itu sehingga ia beralih membuka usaha tempat makan bakso.

"Pengalaman sebelumnya keluarga pernah jual bakso rusuk, saya combine usaha bakso rusuk dengan mengajak teman-teman tuli," ungkapnya kepada TribunJakarta.com pada Rabu (3/11/2019).

Ia kemudian menawarkan lowongan pekerjaan sebagai karyawan usahanya di komunitas tuli.

Sosok Muhammad Firdan di Bakso Rusuk Teman Tuli di Kawasan Rawamangun, Jakarta Timur pada Sabtu (9/11/2019).
Sosok Muhammad Firdan di Bakso Rusuk Teman Tuli di Kawasan Rawamangun, Jakarta Timur pada Sabtu (9/11/2019). (TribunJakarta/Satrio Sarwo Trengginas)

Nyatanya, tak sedikit dari teman-teman tuli yang membutuhkan pekerjaan.

"Awal menggaet karyawan tuli dari komunitas. Saya ajarin yang mau bekerja. Mereka rata-rata memang butuh pekerjaan," terangnya.

Dari komunitas itu, Firdan mendapatkan dua karyawan tuli yang masih muda.

Pada tahap awal bekerja, mereka berdua masih diajarkan dalam menyajikan menu.

Nantinya, mereka akan diajarkan bagaimana mengolah sendiri bakso rusuk.

"Saya ingin mengenalkan ke mereka secara bertahap-tahap pelan-pelan. Masih menyajikan nanti baru cara memasaknya," lanjutnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved