Food Story
Kisah Firdan Ajak Teman Tuli Kerja di Bakso Rusuk, Sempat Salah Paham dengan Pembeli
Baru sekitar satu bulan, Muhammad Firdan (25) membangun usaha tempat makan bernama Bakso Rusuk Teman Tuli di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur.
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas
TRIBUNJAKARTA.COM, RAWAMANGUN - Baru sekitar satu bulan, Muhammad Firdan (25) membangun usaha tempat makan bernama Bakso Rusuk Teman Tuli di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur.
Sesuai dengan namanya, ia turut mengikutsertakan dua karyawan penyandang tuna rungu di bisnis kulinernya itu.

Anak muda itu ingin membuktikan bahwa semua orang yang mengalami keterbatasan fisik berhak mendapatkan pekerjaan.
Percik semangat Firdan itu juga terinspirasi oleh sosok pendiri Kopi Tuli (Koptul) yang mempekerjakan sejumlah karyawan tuli.
Awalnya, Firdan sebenarnya ingin membangun usaha toko kopi layaknya Kopi Tuli.
Namun, dananya belum mencukupi untuk membangun usaha itu sehingga ia beralih membuka usaha tempat makan bakso.
"Pengalaman sebelumnya keluarga pernah jual bakso rusuk, saya combine usaha bakso rusuk dengan mengajak teman-teman tuli," ungkapnya kepada TribunJakarta.com pada Rabu (3/11/2019).
Ia kemudian menawarkan lowongan pekerjaan sebagai karyawan usahanya di komunitas tuli.

Nyatanya, tak sedikit dari teman-teman tuli yang membutuhkan pekerjaan.
"Awal menggaet karyawan tuli dari komunitas. Saya ajarin yang mau bekerja. Mereka rata-rata memang butuh pekerjaan," terangnya.
Dari komunitas itu, Firdan mendapatkan dua karyawan tuli yang masih muda.
Pada tahap awal bekerja, mereka berdua masih diajarkan dalam menyajikan menu.
Nantinya, mereka akan diajarkan bagaimana mengolah sendiri bakso rusuk.
"Saya ingin mengenalkan ke mereka secara bertahap-tahap pelan-pelan. Masih menyajikan nanti baru cara memasaknya," lanjutnya.