Food Story
Kisah Firdan Ajak Teman Tuli Kerja di Bakso Rusuk, Sempat Salah Paham dengan Pembeli
Baru sekitar satu bulan, Muhammad Firdan (25) membangun usaha tempat makan bernama Bakso Rusuk Teman Tuli di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur.
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Ada Petunjuk Alfabet Bahasa Isyarat

Dalam usahanya ini, Firdan mengedepankan usaha dengan pelayanan yang berbeda ketimbang tempat makan bakso pada umumnya.
Di setiap meja terdapat sebuah petunjuk alfabet mengenai bahasa isyarat.
Pria lulusan S1 Universitas Bina Nusantara jurusan Manajemen Perhotelan tersebut ingin sekaligus memberikan sedikit wawasan terkait bahasa isyarat kepada pengunjung.
Petunjuk itu sebagai edukasi awal kala berinteraksi dengan teman-teman tuli.
Sebab, Di Bakso Teman Tuli, pengunjung tak hanya sekadar membeli tetapi turut menyadari keberadaan teman-teman tuli.
"Saya ingin mengenalkan kepada konsumen bahwa di sini pun ada edukasinya," tuturnya.
Menyoal hidangan bakso yang ditawarkan, Firdan mengatakan daging bakso berasal dari rusuk sapi.
Pernah Salah Paham

Sempat terjadi kesalahpahaman antara karyawan tuli dan pembeli saat memesan makanan.
Firdan mengatakan saat itu karyawan tuli salah membawakan pesanan yang diminta oleh pembeli.
Pembeli itu menginginkan menu bakso dan rusuk digabung.
"Sama teman tuli itu (bakso dan rusuk) dipisah. Akhirnya saya jelaskan kepada ibu itu dan memberikan pengertian. Pembeli itu maklum," terangnya.
• Selain Cuma Ditata Hingga Hemat Sampo, Berikut 5 Manfaat Bagi Perempuan yang Berambut Pendek
• Tribelio Ajak Pelaku Usaha Kembangkan Bisnis Lewat Platform Berbasis Komunitas
• H-2 Persija Jakarta Vs Borneo FC: Misi Bangkit Pesut Etam dan Ancaman 2 Pilar Macan Kemayoran
Ke depannya, tak hanya usaha ini saja Firdan mempekerjakan karyawan tuli.
Ia ingin mengepakkan sayap bisnis kuliner lainnya dengan mengikutsertakan mereka.
"Semua orang berhak bekerja, enggak menutup kemungkinan orang dengan keterbatasan itu juga bisa bekerja," pungkasnya.