Simon Mcmenemy Enggan Dampingi Timnas saat Hadapi Malaysia, Abaikan Rayuan Hingga Respons Iwan Bule

Pelatih Simon McMenemy disebut enggan mendampingi timnas Indonesia untuk pertandingan melawan Malaysia

Penulis: MuhammadZulfikar | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
TribunJakarta/Wahyu Septiana
Pelatih kepala Timnas Indonesia, Simon McMenemy saat ditemui selepas memimpin pemusatan latihab di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Jawa Barat, Senin (3/6/2019) 

PSSI resmi mengumumkan pemutusan kontrak pelatih timnas Indonesia, Simon McMenemy, pada Selasa (5/11/2019).

Laga melawan Malaysia dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022 pada Selasa (19/11/2019) akan menjadi partai terakhir Simon McMenemy membesut timnas Indonesia.

Simon resmi dipecat setelah gagal membawa timnas Indonesia tampil apik di Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Dari empat laga yang telah dilakoni, timnas Indonesia tak sekali pun mendapatkan poin.

Tim Garuda harus menyerah dari Malaysia (2-3), Thailand (0-3), Uni Emirat Arab (0-5), dan Vietnam (1-3).

Evan Dimas dkk pun harus terperosok ke dasar klasemen Grup G tanpa satu pun poin dari empat laga.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Simon atas kerja sama selama ini. Semoga laga melawan Malaysia kita mendapatkan hasil yang positif," kata Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan dilansir BolaSport.com dari laman PSSI.

Pemecatan Simon McMenemy itu memunculkan spekulasi siapakah yang bakal meneruskan tongkat estafet sebagai pelatih timnas Indonesia.

Pelatih asal Spanyol, Luis Milla, dikabarkan menjadi salah satu kandidat pengganti Simon.

Hal itu diutarakan oleh Iwan Bule, panggilan Mochamad Iriawan, selepas dirinya terpilih jadi Ketua Umum PSSI yang baru.

Sosok Luis Milla tidak asing buat pecinta sepak bola Indonesia. Pelatih asal Spanyol itu pernah melatih tim Merah Putih pada 2017-2018.

Permainan timnas Indonesia di bawah arahan Luis Milla dinilai banyak perkembangan meski belum berbuah gelar juara.

Sayang, kebersamaan sang pelatih dengan timnas Indonesia harus berakhir setelah Asian Games 2018 karena kontraknya tak diperpanjang.

Publik pun mendesak PSSI untuk mendatangkan kembali Luis Milla seiring performa jeblok timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Akan tetapi, ada satu kandidat lain yang mencuat sebagai pesaing Luis Milla untuk menjadi pelatih timnas Indonesia.

Ia adalah Shin Tae-yong, mantan pelatih timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2018.

Iwan Bule memang menyebut tengah mempertimbangkan sosok pelatih asal Korea Selatan bersama dengan Luis Milla.

Ada tiga hal yang membuat Shin Tae-yong lebih realistis digaet oleh timnas Indonesia.

Pertama, gaji Shin lebih kecil daripada Luis Milla yang dikabarkan mencapai dua miliar rupiah per bulan.

Menurut PSSI, alasan utama mereka tak memperpanjang kontrak Luis Milla adalah karena mahalnya gaji eks pemain Real Madrid itu.

Adapun Shin disebut tak mematok gaji setinggi itu untuk menjadi pelatih timnas Indonesia.

Tribelio Ajak Pelaku Usaha Kembangkan Bisnis Lewat Platform Berbasis Komunitas

H-2 Persija Jakarta Vs Borneo FC: Misi Bangkit Pesut Etam dan Ancaman 2 Pilar Macan Kemayoran

Ramalan Zodiak Besok, Minggu 10 November 2019: Gemini Lebih Peka, Taurus Cenderung Gelisah

UPDATE Driver Ojol Wanita Tewas di Rusun Cakung: Teriakan Dini Hari, Korban Melawan dan 11 Tusukan

PSI Soroti Penyertaan Modal Daerah untuk Proyek JIS yang Mengalami Kenaikan Drastis

Yang kedua, Shin memiliki pengalaman di level dunia bersama timnas Korea Selatan.

Pelatih 50 tahun itu pernah membesut tim Negeri Ginseng di ajang Piala Dunia 2018 di Rusia.

Meski terhenti di fase grup, setidaknya Shin memiliki kesempatan menghadapi tim-tim elite seperti juara Piala Dunia 2014 Jerman, Swedia, dan Meksiko.

Pengalaman tersebut belum didapatkan Milla karena ia tak pernah menangani timnas senior selain Indonesia.

Terakhir, Indonesia bisa berkiblat dari Thailand dan Vietnam yang memakai pelatih dari Asia Timur.

Thailand menunjuk pelatih Jepang di Piala Dunia 2018, Akira Nishino, sementara Vietnam memakai jasa pelatih asal Korea Selatan, Park Hang-seo.

Baik Thailand maupun Vietnam kini menjadi dua raksasa sepak bola Asia Tenggara.

Vietnam bahkan menjadi satu-satunya tim ASEAN yang mampu menembus 100 besar ranking FIFA edisi terbaru. (BolaSport.com/Kompas.com)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved