Isnan Bunuh Diri dengan Cara Setrum Listrik, Tinggalkan Wasiat Agar Dikuburkan di Bawah Pohon Jeruk

Rumah tangga korban sepertinya ada masalah sejak istrinya pulang dari Singapura sebagai TKW sekitar tujuh bulan lalu.

Editor: Erik Sinaga
kolase Tribun Bali/Polsek Kuta
Ilustrasi wasiat 

TRIBUNJAKARTA.COM, BLITAR– Isnan bunuh diri dengan cara tak biasa di kamar tidur rumahnya di Dusun Sumberjo, Desa Jabung, Kecamatan Talun, Blitar, Senin (11/11/2019).

Bapak satu anak dan satu cucu ini bunuh diri dengan cara memegang setrum listrik.

Sebelum memegang setrum, diduga Isnan menyayat lengan dan mukanya menggunakan silet.

Saat penemuan mayat ini, tangan kiri korban masih memegang kabel yang menyambung jaringan listrik, dan tangan kanannya masih memegang silet.

Polisi juga menemukan tulisan tangan di dekat mayat korban. Tulisan itu berada di tembok kamar korban.

Inti surat wasiat berbahasa Jawa itu adalah pesan terakhir kepada istrinya.

“Bu, aku kalau mati kuburen di depan rumah di bawah pohon jeruk.”

Surat wasiat itu ditulis menggunakan spidol. Petugas menemukan spidol itu di dekat mayat korban.

“Kami tak tahu masalah yang sebenarnya. Namun sebelum meninggal, kabarnya korban bertengkar dengan istrinya sekitar tiga hari lalu,” ujar Ali, Kepala Dusun (Kasun) Sumberjo kepada SURYAMALANG.COM.

Rumah tangga korban sepertinya ada masalah sejak istrinya pulang dari Singapura sebagai TKW sekitar tujuh bulan lalu.

Kadang mereka bertengkar. Informasi yang beredar, pertengkaran ini karena dipicu korban belum mendapat pekerjaan.

“Tidak ada yang tahu masalah detailnya, kecuali istrinya,” paparnya.

Istri korban sudah sekitar 15 tahun bekerja sebagai TKW di Singapura.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Blitar, AKP Shodiq Efendi mengatakan mayat korban ditemukan pertama kali oleh istrinya.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved