Kontroversi Anggaran DKI Jakarta

Penuhi Panggilan Badan Kehormatan DPRD, William PSI Melunak?

Setelah dibahas dalam rapat Banggar, barulah temuan itu dipublikasikan oleh William ke media sosial.

TribunJakarta/Dionisius Arya Bima Suci
Politikus PSI William Aditya Sarana usai memenuhi panggilan BK DPRD DKI, Selasa (12/11/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) William Aditya Sarana memenuhi panggilan Badan Kehormatan (BK) DPRD DKI Jakarta.

Usai bertemu dengan BK, politisi 23 tahun ini mengatakan, masih ada beberapa anggaran mistis yang ia temukan.

Meski demikian, ia menyebut, baru akan membeberkan temuannya itu dalam rapat di Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI Jakarta.

"Ada (temuan anggaran janggal). Tapi mungkin kita sampaikan semua di rapat Banggar," ucapnya, Selasa (12/11/2019).

Setelah dibahas dalam rapat Banggar, barulah temuan itu dipublikasikan oleh William ke media sosial.

"Media sosial itu platform yang paling murah dan yang paling gampang untuk kami komunikasi ke konstituen. Jadi kami kami tetap akan menggunakan media sosial untuk berkomunikasi kepada konstituen kami," ujarnya di Gedung DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

"Akan kami amplifikasikan di media sosial, itu pasti. Sekarang rapat kan sudah terbuka," tambahnya menjelaskan.

Hal ini tentunya sangat bertolak belakang dengan sikap William sebelumnya. Lulusan Fakultas Hukum Universitas Indonesia ini selalu blak-blakan di media sosial mengunggap anggaran janggal Pemprov DKI Jakarta.

Seperti yang ia lakukan saat mengungkap anggaran pengadaan lem aibon di Dinas Pendidikan DKI Jakarta senilai Rp 82,8 miliar.

Halaman
12
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved