Ahok Masuk BUMN

Politikus PDIP Sarankan Ahok Tidak Ditempatkan Sebagai Dirut Garuda Indonesia

Berbagai spekulasi pun bermunculan terkait posisi apa yang akan ditempati Ahok di BUMN nantinya

Politikus PDIP Sarankan Ahok Tidak Ditempatkan Sebagai Dirut Garuda Indonesia
ISTIMEWA/Tangkap layar Youtube Panggil Saya BTP
Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Kedatangan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ke kantor Kementerian BUMN mendapat tanggapan beragam dari berbagai kalangan termasuk anggota DPR RI.

Berbagai spekulasi pun bermunculan terkait posisi apa yang akan ditempati Ahok di BUMN nantinya.

Wakil ketua komisi VI DPR RI dari Fraksi partai NasDem Martin Manurung menyarankan agar Ahok ditempatkan di BUMN yang kurang bagus kinerjanya.

"Terutama untuk BUMN yang 'flag carrier' tapi kinerjanya masih belum memuaskan, seperti Garuda, misalnya. (Garuda) itu contoh BUMN yang 'flag carrier', tapi kinerjanya masih harus diperbaiki secara signifikan," kata Martin, Rabu (13/11/2019).

Berbeda dengan Martin koleganya di Komisi VI, Anggota Komisi VI DPR RI Darmadi Durianto mengaku kurang sependapat jika Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengisi jabatan direksi PT Garuda Indonesia.

"Sebaiknya saran saya pak Ahok tidak ditempatkan di Garuda karena prestasi di Garuda sudah bagus. Justru Dirut Garuda saat ini mumpuni. Belum perlu Ahok. Ahok cocoknya membenahi BUMN yang kurang bagus kinerja dan performanya," tutur Bendahara Megawati Institute itu.

Berdasarkan catatannya, ungkap dia, performa, pendapatan maupun kinerja Garuda sangat bagus beberapa tahun terakhir ini.

"Laba sampai bulan September 2019 saja ada kenaikan yang sangat signifikan. Kenaikan aset dan kenaikan laba Garuda sudah cukup bagus kok. Sebaiknya Ahok diplot di BUMN yang sedang sakit karena Ahok punya pengalaman menangani kondisi semacam itu," ujar Politikus PDIP itu.

Untuk diketahui, kata dia, dilihat dari laba pendapatan saja dari tahun 2018-2019 laba Garuda cukup menggembirakan.
Dari data yang ada, terang dia, kenaikan laba Garuda cukup significan sepanjang 2018 sampai 2019.

Dijelaskan Darmadi, berdasarkan laporan keuangan mereka pada kuartal III-2019 Garuda mengantongi laba bersih senilai US Dolar 122,42 juta atau setara Rp 1,71 triliun (jika mengacu pada kurs Rp 14.000/US Dolar). Diera Dirut yang lama tahun 2018 Garuda menderita kerugian Rp 1,6 T.

Menteri Erick Dikabarkan Gaet Ahok Jadi Direksi BUMN, Ini Saran Politikus PDIP

Ahok Diisukan Bakal Jadi Bos Pertamina, Politikus PDIP: Tempatkan Ahok di BUMN yang Sedang Sakit

Sementara, lanjut dia, Kenaikan pendapatan usaha dan turunnya beban usaha selama 9 bulan pertama tahun 2019 Garuda mampu mengantongi laba usaha senilai US Dolar 253,24 juta. Sedangkan untuk total aset perusahaan per September 2019 senilai US Dolar 4,41 miliar, naik 5,9% dibandingkan dengan total aset per Desember 2018 yang senilai US Dolar 4,16 miliar.

"Saya kira jika melihat data tersebut patut diapresiasi pencapaian direksi Garuda saat ini. Bayangkan, hanya 1 tahun sejak September 2018. Dari rugi Rp 1.6 T menjadi untung Rp 1.7 T per September 2019. Inikan pencapaian luar biasa hanya dalam waktu yang sangat singkat," ucap Darmadi.

Untuk itu, menurutnya, Menteri BUMN seharusnya mempromosikan Dirut yang prestasinya baik termasuk Dirut Garuda.

"Kinerja buruk di masa lalu adalah akibat ulah Dirut yang lama. Dirut Garuda saat ini berhasil melakukan turn around strategy. Sehingga bisa membuat Garuda untung hanya dalam waktu yang relatif sangat pendek," tuturnya.

Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved