Bom di Mapolrestabes Medan

Kesaksian Korban Ledakan Bom di Medan, Curiga saat Pelaku Datang: Biasanya Ojek Tak Boleh Masuk

Ini kesaksian korban ledakan bom di Polrestabes Medan, sudah curiga sejak pelaku datang.

Penulis: Muji Lestari | Editor: Kurniawati Hasjanah
Tangkapan Layar YouTube/KompasTV
Bripka Juli Chandra, korban ledakan bom di Polrestabes Medan. 

Laporan Wartawan TribunJakarta, Muji Lestari

TRIBUNJAKARTA.COM - Kedatangan pelaku terduga bom bunuh diri yang terjadi di Polrestabes Medan, rupanya sudah curigai.

Hal itu dikatakan personel provos, Bripka Juli Chandra satu di antara korban ledakan bom di Polrestabes Medan.

Ia mengatakan terduga pelaku yang bernama Rabbial Muslim Nasution, sengaja mendekati aparat berseragam untuk kemudian meledakan diri.

Juli juga mengatakan, terduga pelaku yang mengenakan jaket pengemudi ojek online (ojol) itu meledakan diri saat dihentikan oleh rekannya.

Saat itu rekan korban sempat mempertanyakan niat terduga pelaku mendekati mereka.

Pelaku Bom Bunuh Diri di Medan Disebut Masih Mahasiswa, Teman Beberkan Riwayat Pendidikan Sebenarnya

Namun saat ditanya begitu, terduga pelaku langsung meledakan diri.

Ledakan bom tersebut pun mengakibatkan 6 orang korban mengalami luka-luka.

Ledakan bom di Polrestabes Medan tersebut melukai 4 personel Polri dan 2 orang lainnya.

Seorang korban bernama Bripka Juli Chandra yang mengalami luka di bagian pendengaran, langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara bersama 5 korban lainnya.

Melansir tayangan YouTube Kompas TV, Rabu (13/11/2019) Juli mengatakan, bahwa ia menyaksikan ketika terduga pelaku mulai medekati aparat berseragam.

Ia melihat saat mendekat pelaku tampak menggendong sebuah tas.

"Dia (pelaku) datang pakai tas," kata Juli.

Korban mengaku saat itu ia berjarak tak jauh dari pelaku terduga bom bunuh diri tersebut.

"Jarak 4-5 meter sebelum meledak itu saya melihat pelaku," ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan ciri-ciri terduga pelaku bom bunuh diri tersebut.

Warga Gandaria Jakarta Selatan Tewas Kecelakaan di Tol Cipali, Keluarga Langsung ke Pekalongan

"Rambutnya gondrong, pakai jaket ojek," lanjutnya.

Juli menuturkan, terduga pelaku sempat dihentikan oleh rekannya.

Namun ketika rekannya menanyakan maksud pelaku, pelaku hanya diam dan tiba-tiba pelaku langsung meledakan diri.

"Di situ pelaku langsung dihentikan kawan saya, 'bapak mau kemana?' di ditu udah meledak aja," ungkap Juli.

Ledakan bom itu sontak membuat orang di lingkungan tersebut panik.

"Pas meledak itu semua orang panik semua," ujar Juli.

Juli mengungkapkan biasanya tak banyak warga yang belalu-lalang di sekitar Mapolrestabes Medan.

"Di situ enggak pernah ada warga lalu-lalang," kata Juli.

Ia menduga mungkin karena akhir-akhir ini banyak yang mengurus SKCK jadi lokasi tersebut agak ramai.

"Mungkin karena baru-baru ini banyak orang yang mau mengurus SKCK, jadi tempatnya agak ramai," katanya.

Sejak awal kedatangan terduga pelaku, Juli mengaku sudah curiga.

BREAKING NEWS Warga Duri Kepa Jakarta Barat Jadi Korban Kecelakaan Bus Arimbi dan Sinar Jaya

Sebab biasanya ojek atau pun ojek online tidak diperkenankan memasuki area Mapolrestabes sebab dijaga oleh Provos.

Namun saat itu ada yang aneh, terduga pelaku yang mengenakan jaket ojol terus saja menerobos masuk meski sudah ditahan oleh pihak penjaga.

"Dan kalau ojek itu enggak boleh masuk biasanya, karena ada provos," kata Juli.

SIMAK VIDEONYA:

Pelaku Bom Bunuh Diri Ternyata Tak Taman SMK

Pelaku bom bunuh diri di Polrestabes Medan diduga masih berstatus mahasiswa.

Terduga pelaku bom bunuh diri bernama Rabbial Muslim Nasution (24), merupakan warga Jalan Jangka Medan Petisah.

Berdasarkan hasil rekaman CCTV, pelaku diduga meledakkan dirinya sendiri saat memasuki komplek Mapolrestabes Medan, di Jalan HM Said Kota Medan, Rabu (13/11/2019).

Dalam rekaman CCTV tersebut tampak Rabbial Muslim Nasution (RMN) sedang mengenakan setelan jaket hijau kombinasi hitam sedang berjalan mengenakan ransel.

Telah tersebar profil pelaku bom bunuh diri di dunia maya, di profil tersebut menunjukan pelaku masih berstatus mahasiswa.

Keluarga Pelaku Pemerkosa Anak Tiri di Tangsel Minta Laporan Dicabut dan Ingin Nikahkan Korban

Namun hal berbeda diungkap warga bernama Bagus Prasetio yang juga teman kecil RMN.

Bagus menjelaskan, RMN tak sempat menyelesaikan sekolahnya di bangku SMK.

Bagus mengaku bahwa ia sempat satu sekolah dengan RMN.

"Kami satu sekolah di SMK 9 Medan. Dia gak tamat sampai kelas satu saja," jelasnya.

Dikutip TribunJakarta dari Tribun-Medan, Bagus mengatakan bahwa pelaku telah berkeluarga dan memiliki anak.

Lawan Arus & Ngamuk Tak Terima Ditegur, Kelakuan Pengendara Motor Argoan Ini Bikin Elus Dada

Bagus mengaku, ia berteman akrab dengan RMN.

Bahkan ia mengatakan telah berteman dengan pelaku sejak kecil.

"Saya temannya sejak kecil, kenal baik dan tahu keluarganya," katanya.

Menurut Bagus sosok RMN alias Dedek dinilainya baik, dan punya jiwa setia kawan.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved