Mantan Teroris Bongkar Ciri-ciri Mahasiswa yang Bisa Direkrut, Singgung Pemimpin ISIS Bahrum Naim
Mantan teroris yang dirahasiakan namanya itu menuturkan awal mula mahasiwa yang menjadi targetnya.
Penulis: Kurniawati Hasjanah | Editor: Siti Nawiroh
Menurut mantan teroris itu, dalam penggunaan Telegram atau WhatsApp memudahkan perekrut untuk memberikan materi dakwah seperti video.

Tak cuma merekrut, rupanya mantan teroris itu pernah mendalangi serangkaian teror bom di Indonesia bersama sejumlah mahasiwa yang dicuci otaknya.
"Seperti Bahrum Naim (red: pemimpin ISIS asal Indonesia) yang di Suriah, saya tak dikenal. Tetapi direkrutnya setelah saya masuk, jadi bawaan dari saya," paparnya.
• M Qodari Bandingkan Sistem Anggaran Ahok & Anies, Karni Ilyas Semprot: Jangan Salah-salah!
INI VIDEONYA:
Diduga Anggota JAD
Rabbial Muslim Nasution (24), pelaku bom bunuh diri di Polrestabes Medan diduga kuat merupakan anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD).
Ia diyakini satu jaringan dengan Syawaluddin Pakpahan, pelaku penyerangan Polda Sumut 2017 silam.
"Kemungkinan kelompok JAD Medan.
Sudah direncanakan untuk melakukan penyerangan dengan merekrut pengantin.
Artinya, Medan menjadi tempat JAD cukup berkembang.
Aceh, Padang dan Riau juga," kata Pengamat Teroris Al Chaidar kepada Tribun-Medan.com, Rabu (13/11/2019).
JAD di Indonesia diketahui berafiliasi dengan Islamic State of Iraq and Suriah (ISIS). Tujuan utamanya adalah melakukan penyerangan terhadap pemerintah, khususnya kepolisian.
"Latar belakangnya karena mereka menganggap polisi adalah alat thogut.
Thogut itu adalah lawan daripada Tuhan.
Musuh Tuhan inilah dianggap harus diserang.
Sebab, polisi tidak mau memberlakukan hukum syariat Islam," ucap Chaidar.
Setelah peledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan, lanjutnya, belum dapat dipastikan apakah serangan-serangan akan berhenti sampai di situ saja.