Korban KDRT Minta Visum

Penjelasan Dokter Forensik RS Polri Kramat Jati Perbedaan Visum dan Autopsi

Meski sama-sama berkaitan secara medis dan hukum, visum dan autopsi merupakan tindakan yang prosedur dan tujuan medisnya beda

Penjelasan Dokter Forensik RS Polri Kramat Jati Perbedaan Visum dan Autopsi
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Kepala Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati Kombes Edy Purnomo saat memberi keterangan di Jakarta Timur, Rabu (13/11/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Istilah visum dan autopsi kerap disebut polisi dalam berbagai kasus tindak pidana sebagai upaya pembuktian kejahatan secara medis dan ilmiah.

Meski sama-sama berkaitan secara medis dan hukum, visum dan autopsi merupakan tindakan yang prosedur dan tujuan medisnya berbeda.

Kepala Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati Kombes Edy Purnomo mengatakan visum terbagi dua, yakni visum pada korban yang masih hidup dan sudah meninggal.

Tak Hanya Tindak Pidana, Pembuktian Tes DNA Anak juga Termasuk Visum

"Contoh visum untuk orang yang dipukul dan mengalami memar, pembuktiannya dari luka memar. Korban kekerasan seksual, pembuktian dari luka di bagian alat vital dan trauma psikologis," kata Edy di RS Polri Kramat Jati, Jumat (15/11/2019).

Pembuktian seseorang mengkonsumsi narkoba lewat pemeriksaan urine dalam kasus penyalahgunaan narkotika pun termasuk visum untuk korban hidup.

Pemeriksaan jiwa bagi pelaku pembunuhan untuk menentukan pelaku melakukan perbuatannya dalam keadaan waras atau tidak juga termasuk visum.

"Hasil pemeriksaan luka di jasad korban meninggal termasuk visum untuk orang mati. Tapi visum hanya bisa memeriksa luka di bagian jasad korban, enggak bisa dalamnya," ujarnya.

Di sinilah beda visum untuk korban meninggal dan autopsi, Edy menuturkan autopsi dilakukan dengan cara membedah jasad korban.

Mengenal Visum, Langkah Medis yang Lahir untuk Jadi Bukti Ilmiah Kejahatan

Fungsinya untuk melihat luka korban di bagian dalam jenazah korban dan menentukan penyebab kematian secara medis.

Halaman
12
Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved