Bocah Dipasung Tewas Terbakar
Bocah Dipasung Tewas Terbakar Saat 40 Hari Kematian Ibunya
Pada pertengahan Oktober, Wagiani, sang ibu, meninggal dunia karena penyakit gagal ginjal dan diabetes yang dideritanya
Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Muhammad Zulfikar
"Saya kenal baik sama pemilik kontrakan. Yang biayai kontrakan juga saya yang cari mas," ujar Rida di depan kontrakan itu, Senin (18/11/2019).
Pada pertengahan Oktober, Wagiani, sang ibu, meninggal dunia karena penyakit gagal ginjal dan diabetes yang dideritanya.
"Ibunya meninggal 40 hari lalu. Pas hari ini 40 hari. Meninggal sakit, gagal ginjal sama diabetes," ujarnya.
• Anies Baswedan Disebut Ingkari Janji Kampanye, PDIP: Sekarang Dia Tiru Cara Ahok
• Wacana Ahok Jadi Bos BUMN, Jokowi Singgung Kinerja Hingga Penolakan Serikat Pekerja Pertamina
Rida sempat merawat ZKA saat hari-hari awal pasca meninggalnya sang ibu.
Namun itu tidak bertahan lama, hanya tiga hari, karena Rida sendiri banyak kegiatan lain.
Suhin ditawari tinggal di rumah Rida bersama ZKA, ia menolak.
"Saya tawari bapaknya kalau mau tinggal di rumah saya bapak yang ngerawatin (ZKA) saya kasih kamar di ujung, dia enggak mau," ujarnya.
Akhirnya Suhin dan ZKA kembali ke kontrakan. Bocah itu kembali dipasung saat Suhin pergi bekerja serabutan.
Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, kontrakan KZA terbakar diduga karena api yang berasal dari kompor gas pada Minggu (17/11/2019).
Kebakaran itu pula yang memanggang KZA hingga tewas di tempat.
Saat itu, KZA tidak bisa melarikan diri karena kakinya dirantai.
Sementara Suhin tengah dimintai keterangan oleh aparat Polsek Cisauk terkait kebakaran itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/rumah-kontrakan-yang-hangus-terbakar-di-gang-sayur-asem-setu.jpg)