Breaking News:

Pengamat Transportasi: Dua Negara Ini Melarang Skuter Listrik Karena Berbahaya

Perancis dan Singapura merupakan negara yang melarang skuter listrik karena dianggap berbahaya

TribunJakarta/Muhammad Rizki Hidayat
Skuter listrik (GrabWheels) terparkir di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (20/11/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Pengamat Transportasi, Djoko Setijwarno, mengatakan bahwa Perancis dan Singapura merupakan negara yang melarang skuter listrik.

Sebabnya, kata dia, dua negara tersebut menganggap skuter listrik sangat berbahaya.

"Karena negara mereka banyak pejalan kaki. Skuter listrik dianggap bahaya," kata Djoko, sapaannya, saat dihubungi Wartawan, Rabu (20/11/2019).

Di Indonesia, sambungnya, skuter listrik sampai hari ini masih menjadi tren lantaran biaya penyewaannya murah, Rp 5 ribu per 30 menit.

"Ini banyak digunakan, karena sewanya murah. Orang jadi pada coba semua. Cuma regulasi kecepatannya tak diatur," kata dia.

Kendati begitu, kata Djoko, pemerintah sebaiknya jeli membuat peraturan ihwal skuter listrik.

Misalnya, lanjut dia, membatasi kecepatan skuter listrik maksimal 15 kilometer per jam.

Lalu, mewajibkan ruang mana saja yang boleh dan tidak boleh digunakan.

Semisal skuter listrik ini melintas di jalur sepeda, menurutnya, cara tersebut tak mempan.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved