Alasan Grab Soal Skuter Listrik GrabWheels Masuk Jakarta Meski Regulasi dan Infrastruktur Belum Siap

Grab Indonesia mengungkap alasannya GrabWheels masuk ke Jakarta meskipun regulasi dan Infrastrukturnya belum cukup memadai.

TribunJakarta.com/Muhammad Rizki Hidayat
Skuter listrik atau GrabWheels yang terparkir di sekitaran Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Sabtu (16/11/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Skuter listrik GrabWheels menjadi tren di ibu kota Jakarta hingga hari ini.

Head of Public Affairs Grab Indonesia, Tri Sukma Anreianno, menyebut alasannya GrabWheels masuk ke Jakarta lantaran ibu kota ini dinilai sudah siap.

Meskipun regulasi dan Infrastrukturnya belum cukup memadai, Tri yakin infrastruktur di Jakarta semakin baik.

"Sebetulnya Jakarta sudah semakin baik, mungkin berapa tahun yang lalu tidak kondusif. Tapi, makin ke sini infrastruktur semakin bagus, waktunya cukup untuk kami bisa mulai," ucap Tri kepada awak Wartawan, di area FX Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (18/11/2019).

Alasan Grab Indonesia lebih dulu merilis GrabWheels tanpa regulasi, lanjutnya, sebagai pengenalan terhadap warga ibu kota dan sekitarnya.

"Memang mengenalkan seperti itu kan. Mengenalkan itu ada tahap-tahap awal ada hype (ramai dibicarakan orang), begitu," ucap Tri.

Dia melanjutkan, GrabWheels dinilai sebagai teknologi masa depan.

"Ini visioner, kami akan melihat lebih seperti ke depan. Karena yang berbasis listrik itu, kami pikir yang akan menjadi masa depan," ujarnya.

Selain itu, kata dia, biaya penyewaan GrabWheels terbilang relatif murah. Yakni Rp 5 ribu untu per 30 menit.

"Jadi, dari segi harganya pun tidak terlalu mahal," ucapnya.

Pengamat transportasi, Djoko Setijowarno, mengatakan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI ikut mengatur ihwal regulasi skuter listrik atau GrabWheels.

Kata Djoko, sapaannya, Kemenperin sebaiknya mengatur soal batas kecepatan skuter listrik saat pra-produksi.

"Soal laju, Kementerian Perindustrian mestinya yang mengatur. Maksimal 10 hingga 15 kilometer, cukup kayak sepeda," kata Djoko saat dihubungi, Senin (18/11/2019) pagi.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved