Menengok Keseruan Anak-anak Yayasan KDM Bekasi saat Bermain Permainan Tradisional

Kegiatan ini merupakan bagian dari kampanye permainan tradisional yang digelar Komunitas Tranditional Games Returns (TGR)

Menengok Keseruan Anak-anak Yayasan KDM Bekasi saat Bermain Permainan Tradisional
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Keseruan anak-anak Yayasan KDM saat bermain permainan tradisional bersama Komunitas TGR, Minggu, (24/11/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, JATISAMPURNA - Puluhan anak dari Yayasan Kampus Diakoneia Modern (KDM) yang beralamat di Jalan Raya Rawa Dolar, Kelurahan Jatiranggon, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, bermain permainan tradisional, Minggu, (24/11/2019).

Kegiatan ini merupakan bagian dari kampanye permainan tradisional yang digelar Komunitas Tranditional Games Returns (TGR) dalam rangka memperingati 30 tahun disepakati konvensi hak anak yang jatuh pada 20 November 2019.

Aghnina Wahdini selaku project director Komunitas TGR, mengatakan, tema dalam kegiatan ini adalah mewujudkan hak bermain anak melalui permainan tradisional.

Acara ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hak anak salah satu adalah hak bermain.

"Acara pertama dimulai penampilan kesenian angklung dari anak-anak Yayasan KDM, lalu edukasi permainan tradusional hingga cara bermainnya," kata wanita yang akrab disapa Nina.

Keseruan anak-anak Yayasan KDM saat bermain permainan tradisional bersama Komunitas TGR, Minggu, (24/11/2019).
Keseruan anak-anak Yayasan KDM saat bermain permainan tradisional bersama Komunitas TGR, Minggu, (24/11/2019). (TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar)

Pembahasan RAPBD DKI Molor, Gubernur dan DPRD Terancam Tak Digaji 6 Bulan Hingga Sikap Kemendagri

Jadi Komisaris Utama Pertamina, Ini Tugas Pertama Ahok Kata Peneliti: Berantas Mafia Migas

Sejumlah permainan tradisional seperti, Rangku Alu, Catur Jawa, Gangsing, Tarik Tambang, Egrang, Congklak, hingga Deprak Gunung dimainkan anak-anak Yayasan KDM dalam kegiatan kali ini.

Mereka nampak antusias menjajal seluruh permianan sambil dipandu relawan dari Komunitas TGR.

Hertha Christabelle, Psikolog anak yang tergabung dalam relawam TGR, mengungkapkan, permainan tradisional merupakan budaya yang petut dilestarikan.

Sebab, permainan ini memiliki nilia edukasi yang lebih besar dan dapat merangkasang kemampuan kognitif anak.

"Melalui permainan tradisional ini anak dapat berinteraksi secara langsung, gadget (gawai) sebenarnya ada positifnya tapi kalau sudah ke arah candu itu juga tidak baik, tetapi kalau permainan tradisional ini mereka dapat melakukan interaksi langsung sama teman, orangtua," jelas dia.

Yayasan KDM sendiri merupakan organisasi sosial yang bergerak pada pembinaan dan pendidikan anak-anak tidak mampu serta anak jalanan.

Yayasan ini telah ada sejak 1972 dan saat ini memiliki puluhan anak yang tinggal di asrama asuh serta puluhan peserta didik yang setiap hari menimba ilmu di tempat tersebut.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved