Kisah Kakek Ali, Usia 70 Tahun Namun Masih Gigih Jual Koran, Setiap Hari Jalan Kaki Keliling Kampung
Kakek Ali (70) berjalan tertatih-tatih di tepi jalan permukiman Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas
TRIBUNJAKARTA.COM, MAMPANG PRAPATAN - Kakek Ali (70) berjalan tertatih-tatih di tepi jalan permukiman Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.
Ia menyusuri jalan sembari berjualan koran yang dibawanya di plastik hitam.
Rasa letih kerapkali melanda, akan tetapi Ali kerja demi memenuhi kebutuhan hidupnya.
Setiap hari, kakek Ali berkeliling permukiman padat dengan berjalan kaki.
Kakek Ali mengalami gangguan penglihatan pada mata kanannya sejak usia tiga tahun.
Ia berangkat menyusuri jalan pada pukul setengah 6 pagi.
Menjelang tengah hari, Kakek yang telah memiliki dua cucu ini pulang ke rumah.
"Setelah makan dan salat, saya kembali jualan koran hingga sore hari kemudian pulang," ujarnya kepada TribunJakarta.com pada Senin (25/11/2019).
Namun, Ali melanjutkan berjualan koran pada malam hari di Masjid Al Munawwar.

Pernah Ditabrak Odong-odong
Selama berjualan koran dengan berjalan kaki, Ali pernah mengalami musibah.
Ia pernah ditabrak mobil odong-odong di jalan sehingga menyebabkan kakinya cedera.
"Karena ditabrak itu, saya enggak bisa jalan. Harus diurut," tuturnya.

• Kisah Pilu Korban First Travel: Aset Disita Hingga Puluhan Calon Jemaah Meninggal Dunia
• Pemprov DKI Sempat Terlibat Kericuhan dengan Seniman di TIM, Begini Kronologinya
Diberi Uang Tambahan dari Pelanggan
Meski tak banyak orang yang menjadi langganannya, Ali sering mendapatkan derma dari orang-orang.
Bahkan, dagangannya ada saja yang memborongnya.
"Dikasih uang lebih kadang Rp 200 ribu, ada juga yang ngasih Rp 700 ribu," bebernya.
Ia juga pernah mendapatkan Rp 1 juta oleh seseorang.
Tak Seperti Dulu
Saat ini, koran sudah tak selaku dulu sebelum kehadiran internet.
Banyak orang yang lebih mencari berita melalui internet ketimbang media massa.
"Sekarang susah banget. Dulu laku udah kayak kacang goreng. Sekarang udah enggak bisa," pungkasnya.
Namun, ia tetap berjualan koran lantaran hanya itu sumber penghasilan yang bisa dikerjakannya.