Polisi Geruduk Puluhan Botol Miras Milik Remaja 18 Tahun di Tangerang Berkedok Toko Jamu

R, menjual minuman keras tersebut secara ilegal di toko jamunya dan digerebek pada Senin (25/11/2019) kemarin.

Polisi Geruduk Puluhan Botol Miras Milik Remaja 18 Tahun di Tangerang Berkedok Toko Jamu
TribunJakarta.com/Ega Alfreda
ILUSTRASI Pengamanan puluhan botol miras di Cisoka, Kabupaten Tangerang menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2019, Selasa (26/11/2019) dini hari. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, SINDANG JAYA - Lagi-lagi, pihak Polresta Tangerang Kota mendapati seorang remaja tanggung berusia 18 tahun menjual berbagai minuman keras dan ciu di Desa Sukaharja, Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang.

R, menjual minuman keras tersebut secara ilegal di toko jamunya dan digerebek pada Senin (25/11/2019) kemarin.

Kapolsek Pasar Kemis, AKP Bambang Supeno mengatakan penangkapan R itu dilakukan sebab pelaku tidak bisa memberikan surat-surat izin berjualan minuman keras.

"Kami tengah razia cipta kondisi, kemudian saat melakukan pemeriksaan di beberapa toko jamu, kita dapati toko-toko yang menjual miras, salah satunya milik remaja ini dan ketika kita minta tunjukkan izin berjualan, dia tidak bisa memberinya kepada kami," ujar Bambang saat dikonfirmasi, Selasa (26/11/2019).

Diketahui, sebanyak 10 botol minuman keras jenis anggur merah diamankan sebagai barang bukti dari warung jamu milik R.

Bambang menungkapkan, pihaknya juga mengamankan pemilik lainnya toko jamu di beberapa lokasi tersebut yakni D (39), Y (39), dan M (40).

"Dari masing-masing warung kita amankan juga puluhan botol miras dengan jenis anggur merah dan rajawali. Total keseluruhan yang kita amankan ada 40 botol," terang Bambang.

Tapi menurut Bambang, keempat pemilik warung tersebut tidak dikenakan pasal KUHPidana melainkan hanya diberikan pembinaan.

Mereka juga diminta membuat surat pernyataan yang kemudian langsung dibebaskan.

"Mereka tidak kami tahan, semua pemilik warung kita lakukan pembinaan dan kemudian diperbolehkan untuk kembali. Tapi untuk barang bukti (minuman keras) tetap kami tahan," kata Bambang.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved