Polisi Rilis Sketsa Wajah Mayat Pria Dalam Koper di Bogor
Satreskrim Polres Bogor telah merilis sketsa wajah mayat dalam koper di Bogor yang diduga korban pembunuhan, Kamis (28/11/2019).
"Bagi masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga diharapkan segera melapor. Agar proses identifikasi bisa dilakukan," ujarnya.
Proses identifikasi dilakukan menggunakan prosedur Disaster Victims Identification (DVI) yang kerap digunakan untuk mengidentifikasi korban kecelakaan.
Proses identifikasi dilakukan dengan cara membandingkan data antemortem (sebelum kematian) dari pihak keluarga dan data posmortem (setelah kematian) dari jasad korban.
Identitas korban diharap membantu penyidik mengungkap kasus pembunuhan yang berdasarkan hasil pemeriksaan dokter diperkirakan berlangsung lima hari sebelum jasad ditemukan.
Dokter Temukan Bekas Luka Lama di Bagian Perut dan Kaki Mayat dalam Koper di Bogor
Tim dokter forensik RS Polri Kramat Jati mendapati bekas luka pada mayat dalam koper yang ditemukan di Kampung Teluk Waru, Nanggung, Kabupaten Bogor.
Kepala Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati Kombes Pol Edy Purnomo mengatakan luka pada mayat dalam koper yang belum teridentifikasi berada di bagian perut dan kaki.
"Ada luka di perut bagian kanan bawah dan kaki di bagian betis. Tapi bukan luka baru, luka lama. Jadi bukan luka dalam proses pembunuhan sekarang," kata Edy di RS Polri Kramat Jati, Jumat (15/11/2019).
Bekas luka sudah disampaikan ke penyidik Polres Bogor dan dipublikasikan agar warga yang kehilangan anggota keluarga segera melapor.
Namun sejak mayat ditemukan pada Minggu (10/11/2019), Edy menuturkan belum ada keluarga yang melapor ke RS Polri atau Polres Bogor.
"Panjang bekas lukanya sekitar 10 sentimeter. Jadi warga yang memiliki anggota keluarga dengan ciri khusus bekas luka di perut dan kaki diharapkan segera melapor," ujarnya.
Tim dokter kesulitan mengidentifikasi jasad karena saat ditemukan korban dalam keadaan membusuk dan diperkirakan sudah tewas sekitar lima hari sebelumnya.
Pembusukan membuat sidik jari korban yang berusia sekitar 40 tahun sulit teridentifikasi dalam data Inafis Mabes Polri.
"Sekarang kita upayakan untuk merekonstruksi wajah korban, hasil rekonstruksi nantinya disebar ke masyarakat. Agar masyarakat dapat mengenali korban," tuturnya.
Pada jasad yang tiba di instalasi forensik RS Polri Kramat sekira pukul 19.45 WIB sendiri terdapat tanda penganiayaan di bagian kepala dan wajah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/sketsa-mayat-dalam-koper-di-bogor.jpg)