Tertimpa Timbunan Longsor, Sang Ibu Tewas Setelah Memeluk dan Melindungi Anaknya yang Masih 3 Tahun

Ia memeluk anaknya yang baru berusia 3 tahun, agar tidak terkena runtuhan batu kali, material turap yang hancur itu.

Tertimpa Timbunan Longsor, Sang Ibu Tewas Setelah Memeluk dan Melindungi Anaknya yang Masih 3 Tahun
TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Jenazah Anggi Febriyanti (23), korban longsor di Kampung Kademangan, Setu, Tangsel, Senin (2/12/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaosy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SETU - "Tolong, tolong anak saya!" teriak Anggi Febriyanti (23) saat tertimbun longsoran dan puing turap sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, seperti ditirukan Uswatun Hasanah (39), saksi kejadian yang berlokasi di Kampung Kademangan RT 04 RW 03, Setu, Tangerang Selatan (Tangsel), Senin (2/112/2019).

Uswatun melihat Anggi di balik tumpukan puing yang menindih tubuhnya.

Ia memeluk anaknya yang baru berusia 3 tahun, agar tidak terkena runtuhan batu kali, material turap yang hancur itu.

Anggi rela mengorbankan dirinya demi sang belahan jiwa yang akhirnya selamat dan hanya luka di bagian hidung.

Setelah suara sang ibu tak terdengar, tangisan DA yang kemudian muncul.

Warga pun langsung ramai mengerubungi lokasi dan berusaha mengevakuasi ibu dan anak itu.

"Anaknya dipeluk, mungkin neglindungin anaknya. Anaknya luka di hidung doang berdarah," ujar uswatun menceritakan peristiwa yang membuatnya trauma itu.

Uswatun bahkan mendengar dari warga lainnya, kalau Anggi dan anaknya sempat jatuh dari motor sebelum melaju ke arah lokasi longsor itu.

Ia memperkirakan itu suatu pertanda, namun Anggi tidak menghiraukannya.

Halaman
12
Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved