Ledakan di Monas
Penemuan Granat Asap, Polisi bakal Tanyakan Saksi Ledakan di Monas
Lebih lanjut, dia mengatakan pengunjung Monumen Nasional (Monas) tak perlu khawatir perihal kejadian ini.
Penulis: Muhammad Rizki Hidayat | Editor: Erik Sinaga
Arfan pun langsung berbalik menuju tempat sumber suara ledakan tersebut.
Sesampainya di sana, beberapa orang berbaju khas olahraga (celana pendek dan kaos) terlihat panik.
Satu di antaranya berteriak minta tolong.
"Tolong, ini ada korban ledakan, tolong," ucap Arfan, menirukan suara seorang yang berteriak begitu.
Arfan pun hanya bisa melihat kejadian tersebut.
"Nah, tidak lama datang mobil ambulans. Mereka langsung dibawa. Kira-kira pukul 07.30 WIB lebih lah," ujarnya.
Sementara itu, saksi kejadian lainnya, Maryati, petugas kebersihan yang mengenakan kaos PJLP (Penyedia Jasa Lainnya Perorangan) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Sebelum bunyi ledakan, Maryati sedang menyapu di sekitar sisi utara area Monas.
• Di Resto Omah Jajan, Pria Jomblo dengan Usia di Atas 35 Tahun Cukup Bayar Setengah, Ini Alasannya!
• Tangan Kiri Serma Fajar Korban Ledakan Monas Putus, Mayjen Eko: Dia Pegang Granat Asap
• Tangan Kiri Serma Fajar Korban Ledakan Monas Putus, Mayjen Eko: Dia Pegang Granat Asap
"Kencang banget suaranya, saya langsung sebut astagfirullah, pengang kuping saya," ujar Maryati, di tempat dan waktu yang sama.
Maryati hanya mendengar ledakan tersebut satu kali.
Dia pun tidak berani mendatangi lokasi sumber suara tersebut.
"Saya takut, jadi fokus menyapu saja," ucapnya.