Warga Cipinang Melayu Berharap Solusi Atasi Banjir Rampung Sebelum Puncak Musim Hujan

Agus berharap pertemuan hari ini menghasilkan solusi menuntaskan banjir di permukiman warga RW 11 sebelum puncak musim hujan tiba.

Penulis: Bima Putra | Editor: Wahyu Aji
(Ridwan Aji Pitoko/KOMPAS.com)
ILUSTRASI Banjir menggenangi kawasan RT 004 RW 007 Kelurahan Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur, Senin (5/2/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, MAKASAR - Warga RW 11 Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar menggelar pertemuan dengan PT Waskita Karya selaku pelaksana proyek Tol Becakayu.

Pertemuan buntut dari banjir sekitar 20 sentimeter yang menjamah permukiman warga RW 11 pada Rabu (4/12/2019) imbas pembangunan Tol Becakayu.

"Sekarang warga dengan PT Waskita melakukan pertemuan di lokasi banjir. Sampai saat ini masih berlangsung pertemuannya," kata Lurah Cipinang Melayu Agus Sulaeman saat dikonfirmasi, Kamis (5/12/2019).

Dalam pertemuan yang difasilitasi Kelurahan Cipinang Melayu, warga meminta PT Waskita Karya menangani masalah banjir di permukiman mereka.

Pasalnya sebelum Tol Becakayu dibangun mereka nyaris tak pernah kebanjiran, terlebih bila hanya diguyur hujan selama 1 jam seperti kemarin.

"Pas saya cek lokasi banjir semalam warga mengeluh, karena sebelumnya kan banjir enggak sampai masuk rumah warga. Pertemuan hari ini untuk membahas solusinya," ujarnya.

Agus menuturkan masalah banjir imbas pembangunan Tol Becakayu sudah disampaikan kepada Wali Kota Jakarta Timur M. Anwar beberapa waktu lalu.

Menurutnya permukiman warga RW 11 kebanjiran karena tinggi permukaan jalan setelah Tol Becakayu dibangun lebih tinggi dibanding rumah warga.

Saluran air di permukiman warga RW 11 pun belum sepenuhnya beres dibangun sehingga debit air saat hujan deras turun masuk ke rumah warga.

"Pertemuan sekarang dengan PT Waskita saja, karena mereka kan yang mengerjakan. Kalau PT KKDM kan sebagai pengelola Tol Becakayu," tuturnya.

Agus berharap pertemuan hari ini menghasilkan solusi menuntaskan banjir di permukiman warga RW 11 sebelum puncak musim hujan tiba.

Banjir diduga akibat proyek Tol Becakayu

Banjir di permukiman warga RW 11 Kelurahan Cipinang Melayu akibat proyek Tol Becakayu di Makasar, Jakarta Timur, Rabu (5/12/2019).
Banjir di permukiman warga RW 11 Kelurahan Cipinang Melayu akibat proyek Tol Becakayu di Makasar, Jakarta Timur, Rabu (5/12/2019). (ISTIMEWA)

Permukiman warga di RT 05, RT 07/RW 11 Kelurahan Cipinang Melayu terdampak banjir dengan ketinggian sekitar 20 sentimeter pada Rabu (4/12/2019).

Lurah Cipinang Melayu Agus Sulaeman mengatakan banjir yang terjadi sekira pukul 20.00 WIB akibat pembangunan Tol Becakayu yang dekat permukiman warga RW 11.

"Setelah pembangunan Tol Becakayu, jalan di RW 11 jadi lebih tinggi. Sehingga air tumpah ke saluran warga dan saluran yang dibuat oleh pihak proyek belum maksimal," kata Agus di Makasar, Jakarta Timur, Kamis (5/12/2019).

 Besok, Warga Cipinang Melayu Bahas Ganti Rugi Banjir dengan Pengembang Kereta Api Cepat

Tak lama banjir menjamah rumah warga, Agus mendapat keluhan terkait imbas proyek Tol Becakayu yang merupakan hajat pemerintah pusat.

Menurutnya yang jadi masalah bukan soal tinggi dan lama banjir surut, melainkan karena permukiman warga RW 11 sebelumnya tak kebanjiran.

"Memang banjirnya enggak tinggi dan cuman sebentar, tapi yang jadi masalah penyebabnya. Kemarin itu hujan cuman satu jam, tapi rumah warga sudah kebanjiran," ujarnya.

Banjir imbas proyek Tol Becakayu yang pengerjaannya ditangani PT Waskita Karya selaku kontraktor bukan pertama kalinya terjadi.

Namun baru kemarin malam debit air sampai merendam bagian dalam rumah sehingga memaksa warga harus bersih-bersih.

"Sebelumnya enggak sampai masuk rumah, hanya di jalan saja. Semalam saya sama PPSU juga bantu untuk penanganan," tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved