Cerita Rahmat, 29 Tahun Jualan Bale Bambu Keliling: Bermimpi Bisa Kuliahkan Anak
Rahmat (45), penjual bale bambu keliling selalu bermimpi dapat menguliahkan anak-anaknya.
Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Wahyu Aji
Saat ini, diketahui Rahmat masih mengontrak seharga Rp 500 ribu perbulan.
"Kenapa saya bilang mimpi? hal ini karena uang itu masih sering dipakai untuk biaya kontrakan juga," katanya.
Baginya tak apa jika uang tersebut harus terpakai, asalkan istri dan anak-anaknya memiliki tempat untuk berlindung.
"Tapi ya sudah enggak apa-apa. Ini kan buat kita juga. Mungkin memang rezekinya baru sampai di situ aja," katanya.
Tetap Bertahan Jadi Penjual Bale
Bila mengingat anak sulungnya sebentar lagi akan menyelesaikan pendidikannya di Sekolah Menengah Atas (SMA), Rahmat selalu ingin menguliahkannya.
Hanya saja keadaan ekonomi menjadi alasan utama dan anaknya cukup pengertian akan hal itu.
Ketika disinggung untuk mencari pekerjaan lain, Rahmat menjawab hanya akan menjual bale.
Hal tersebut dikarenakan jualan bale tak memerlukan modal.
Dengan sistem setor dari bosnya, Rahmat bisa berjualan setiap hari.
"Bukannya enggak mau cari penghasilan lagi. Semua orang tua pasti mau kasih yang terbaik buat anak apalagi perkara pendidikan. Tapi kan sejauh ini, yang saya rasain sistem kerjanya setor ya ini aja. Mungkin yang lain ada tapi kan ambil barangnya enggak di daerah Cibinong," jelasnya.
Kendati demikian, Rahmat tetap mengucapkan bismillah tiap kali bekerja dan terus berusaha.
"Yang penting usaha aja. Siapa tahu ke depannya saya punya rezeki buat kuliahin anak kan. Sejauh ini bismillah aja dan jangan sampai libur kerja kalau badan masih sehat," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/rahmat-penjual-bale-bambu-dari-cibinong-bogor-jawa-barat-jumat-6122019.jpg)