Anggota DPRD DKI Cekcok Saat Bahas Anggaran Komputer Rp 128,9 M, Begini Respon Anies Baswedan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berkomentar singkat soal perselisihan antar anggota dewan saat membahas anggaran fantastis pengadaan komputer.

TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat ditemui di Jakarta Internasional Velodrome, Pulo Gadung, Jakarta Timur, Sabtu (7/12/2019). 

 Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, PULO GADUNG - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berkomentar singkat soal perselisihan antar anggota dewan saat membahas anggaran fantastis pengadaan komputer senilai Rp 128,9 miliar.

Dimana kala itu, politisi PSI Anthony Winza Prabowo terlibat cekcok dengan kader PDIP Cinta Mega di dalam rapat Komisi C.

"Biar dibahas antar DPRD saja, itu kan perdebatan antar dewan," ucapnya, Sabtu (7/13/2019).

Anggaran itu sendiri diusulkan oleh Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Terkait dengan nilai anggaran yang dinilai fantastis, Anies pun enggan berkomentar banyak.

Pasalnya, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini menyebut, anggaran tersebut masih dalam proses pembahasan.

"Semuanya kan sekarang masih dalam pembahasan," ujarnya di Jakarta International Velodrome, Rawamangun, Pulo Gadung, Jakarta Pusat.

Seperti diberitakan sebelumnya, kader PDIP Cinta Mega menuding politisi PSI Anthony Winza Prabowo membocorkan materi rapat ke publik.

Adu argumen antara keduanya pun tak terelakan lagi. Ketua Komisi C Habib Muhamad bin Salim Alatas pun terpaksa menskors rapat tersebut sampai keesokan hari.

Menanggapi hal tersebut, Anthony mengaku tidak diterima dituduh oleh seniornya menyebarkan materi rapat.

Menurutnya, rapat anggaran digelar terbuka untuk umum dan dirinya membeberkan kejanggalan itu dalam rapat tersebut.

"Saya kaget dituding kalau menyebarkan (materi rapat) kepada wartawan. Padahal rapat tidak dinyatakan tertutup, berarti terbuka dan statment itu saya utarakan dalam rapat," ucapnya, Jumat (6/12/2019).

Hal ini pun membuat Anthony kebingungan. Pasalnya, rekannya sesama anggota dewan dari Fraksi PSI William Aditya Sarana juga sempat dikritik lantaran membeberkan anggaran janggal pengadaan lem aibon ke publik.

Susun Jadwal Liga 1 2020, PT LIB Minta Masukan dari PSSI dan Kepolisian

Mal Lokasari Square Jakarta Barat Tak Beroperasi Pasca-Kebakaran

Kala itu, senior-seniornya di DPRD DKI meminta William untuk membeberkan kejanggalan itu dalam rapar anggaran.

"Ketika di buka dalam rapat diprotes, buka di luar juga diprotes. Saya jadi bingung, harus buka di mana lagi?," ujarnya di Gedung DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

"Saya benar-benar (beberkan) di rapat dan saya enggak pernah share rilis apapun ke media," tambahnya.

Meski demikian, ia mengaku tak kapok dan akan tetap berusaha terua kritis dalam membahas setiap mata anggaran.

"Kalau saya benar-benar nyebarin toh emang salahnya apa? Masa enggak boleh, kan rapat terbuka," tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved