600 Lebih WNA Ilegal Dideportasi dari Tangerang, Paling Banyak Asal Nigeria

Dari 626 warga negara asing yang dideportasi, 599 diantaranya berjenis kelamin laki-laki, dan 27 sisanya adalah perempuan.

600 Lebih WNA Ilegal Dideportasi dari Tangerang, Paling Banyak Asal Nigeria
TribunJakarta.com/Ega Alfreda
25 Warga Negara Asing asal Nigeria, Pantai Gading, dan Afrika Selatan yang diamankan Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Tangerang di kawasan Kabupaten Tangerang, Senin (9/12/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Tercatat sebanyak 626 Warga Negara Asing (WNA) di Tangerang dideportasi ke negaranya masing-masing sejak Januari hingga Desember 2019.

Menurut Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementrian Hukum dan HAM Banten Imam Suyudi, WNA paling banyak yang dideportasi oleh pihaknya berasal dari Nigeria.

"Total ada 626 selama setahun dari Januari sampai Desember 2019. Paling banyak WNA itu dari negara Nigeria," kata Imam di Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Tangerang, Senin (9/12/2019).

Dari 626 warga negara asing yang dideportasi, 599 diantaranya berjenis kelamin laki-laki, dan 27 sisanya adalah perempuan.

Menurut Imam, 501 sendiri terdaftar sebagai WNA Nigeria, 40 asal Cina, 11 orang dari Srilanka, sembilan orang dari Bangladesh, dan sembilan WNA berasal dari Taiwan.

"Mereka melakukan pelanggaran penyalahgunaan izin keimigrasian, ada yang narkotika, pelanggaran pidana, ada juga enam orang kriminal," tutur Imam.

Ditanya Perkembangan Kasus Korupsi Nur Mahmudi, Kajari Depok: No Comment

Masih kata Imam, jumlah WNA ilegal yang dideportasi di Tangerang mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Namun, ia belum bisa memastikan secara pasti berapa persen peningkatannya hingga tahun 2019.

"Sudah dipastikan ada peningkatan dari tahun sebelumnya, tapi untuk angkanya saya belum terima datanya. Yang pasti ada peningkatan," sambung Imam.

Masuknya Warga Negara Asing ke Tangerang diketahui paling banyak melalui udara yakni Bandara Soekarno-Hatta.

Maka dari itu, kata Imam, pihaknya akan bekerja sama dengan beberapa stakeholder dan Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta untuk memperketat kedatangan WNA.

"Paling banyak memang masih melalui Bandara Soekarno-Hatta, jadi bukan melalui laut atau lainnya. Masih melalui Bandara Soetta," sambung Imam.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved