Kasus Ujaran Ikan Asin di Medsos

Tak Terima Dakwaan Jaksa, Trio Terdakwa Ikan Asin Ajukan Eksepsi

Galih Ginanjar, Pablo Benua, dan Rey Utami sepakat mengajukan nota keberatan atau eksepsi atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum.

Tak Terima Dakwaan Jaksa, Trio Terdakwa Ikan Asin Ajukan Eksepsi
TribunJakarta/Annas Furqon Hakim
Terdakwa kasus ujaran ikan asin Pablo Benua di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (9/12/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR MINGGU - Galih Ginanjar, Pablo Benua, dan Rey Utami sepakat mengajukan nota keberatan atau eksepsi atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum.

Ketiga terdakwa kasus ujaran ikan asin itu akan membacakan eksepsinya pada 6 Januari 2020.

Kuasa hukum Pablo dan Rey, Rihat Hutabarat, mengatakan eksepsi tersebut diajukan berdasarkan dua alasan.

Pertama, jelas dia, lokasi terjadinya perkara ada di wilayah Bogor, Jawa Barat.

"Sesuai Pasal 27 ayat 1 yang menyatakan mendistribusikan dan mentransmisikan itu ada di kantor maupun rumah terdakwa (Pablo dan Rey)," kata Rihat seusai persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (9/12/2019).

Dasar kedua pihaknya mengajukan eksepsi adalah karena mayoritas saksi yang ada di berkas perkara juga berada di Jawa Barat.

"Dari berkas yang kami lihat, 16 saksi itu ada di Jawa Barat. Itu alasan kami untuk mengajukan eksepsi," ujarnya.

Sebelumnya, Jaksa mendakwa Galih, Pablo, dan Rey dengan pasal berlapis. Ketiganya terancam hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Kasus pencemaran nama baik dengan vlog "ikan asin" ini telah bergulir sejak Juni 2019.

Terdakwa kasus ujaran ikan asin Galih Ginanjar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (9/12/2019).
Terdakwa kasus ujaran ikan asin Galih Ginanjar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (9/12/2019). (TribunJakarta/Annas Furqon Hakim)

Saat itu, Fairuz A Rafiq melaporkan pasangan Rey Utami dan Pablo Benua, serta mantan suaminya, Galih Ginanjar ke polisi.

Dinas Kesehatan Kota Tangerang Ungkap Penyebab Paling Besar Penularan HIV/AIDS di Wilayahnya

Bukan Dikeluarkan, Ini Penjelasan Pihak Sekola Terkait Siswa Diduga Korban Bullying

Satu Keluarga di Depok Geger, Temukan Ular Kobra Sembunyi di CPU Komputer

Hal itu terjadi setelah Galih mengumpamakan Fairuz dengan ikan asin dalam sebuah video yang diunggah dalam akun Youtube Rey Utami dan Pablo Benua.

Galih dinilai menghina Fairuz dalam video tersebut, yang salah satunya terkait bau ikan asin.

Ketiganya lalu ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya.

Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved