Breaking News:

Bahas Kasus Garuda dengan Arya Sinulingga, Poyuono Disemprot Karni Ilyas: Ini Bukan Warung Kopi!

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga terlihat saling bersahutan dengan Ketua Federasi Serikat Pekerja BUMN Arief Poyuono saat membahas Garuda.

Penulis: Kurniawati Hasjanah | Editor: Siti Nawiroh
YouTube/Indonesia Lawyers Club
Bahas Kasus Garuda dengan Arya Sinulingga, Poyuono Disemprot Karni Ilyas: Ini Bukan Warung Kopi! 

TRIBUNJAKARTA.COM - Berada dalam program acara yang sama, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga terlihat saling bersahutan dengan Ketua Federasi Serikat Pekerja BUMN Arief Poyuono saat membahas kasus Garuda Indonesia.

Di acara Indonesia Lawyers Club edisi Selasa (10/12), mulanya Arief Poyuono memaparkan pendapatnya soal kasus dugaan penyeludupan Harley Davidson di Garuda Indonesia.

Arief menilai, kasus Garuda Indonesia itu tidak masuk dalam kasus penyelundupan.

Mendengar pendapat Arief Poyuono, Karni Ilyas sebagai pembawa acara sempat kaget dan didebatkan.

Meski demikian, Arief Poyuono terus menjawab pernyataan yang dilayangkan Karni Ilyas.

TONTON JUGA:

"Saya mengikuti terus, artinya sekarang clear, bahwa tidak ada penyelundupan. Karena tadi pengakuan bea cukai itu ada surat dari Garuda untuk dimintakan proses pengecekan pabean terhadap pesawat yang mendarat," tegas Arief Poyuono.

Di-PHK, Pramugari Garuda Diminta Tulis Surat ke Ari Askhara: Jika Mood Bapak Bagus Bisa Kerja Lagi

"Enggak, bea cukai baru bilang melakukan penyelidikan. Kok Anda udah mau disclair ?" tanya Karni Ilyas.

"Ini namanya bukan penyelundupan. Karena kalau penyelundupan itu tidak perlu lapor pabean," jawab Arief Poyuono.

"Penyelundupan bisa juga saya laporin tiga yang masuk sepuluh," ungkap Karni Ilyas.

"Iya, tapi kan itu ada surat untuk memeriksa pesawat baru itu. Tulisannya jelas itu saya punya di media sosial 'meminta melakukan proses pemeriksaan pabean'," pungkas Arief Poyuono.

Arief Poyuono menilai, kasus yang menimpa Garuda Indonesia tak masuk di kasus penyeludupan karena pihak maskapai telah mengirimkan surat ke bea cukai.

Bacaan Doa & Dzikir Setelah Shalat Lima Waktu, Pakai Bahasa Arab, Latin & Artinya

"Kenapa tidak masuk cargo ? mungkin itu jadi barang bawaannya para penumpang tersebut. Tidak ada aturan juga kalau pesawat baru yang baru very flight mendarat di sini tidak boleh membawa barang,"

"Sekarang sudah jelas bahwa kasus ini bukan penyelundupan. Karena penyelundupan itu konotasinya negatif dan punya niat baik yakni mengirimkan surat. Kalau tidak ada pengiriman surat baru namanya tidak ada niat baik," ungkap Arief Poyuono.

Dengan berbagai penjelasannya itu, lantas Arief Poyuono lantang menyebut Menteri BUMN Erick Thohir sebagai sosok yang dibohongi Menteri Keuangan.

Selain itu, Arief Poyuono juga menuturkan Erick Thohir yang kurang paham soal hukum custom.

"Artinya di sini, menteri BUMN ini dibohongi sama menteri keuangan. Dibohongi, ya kasihan Erick ini, karena Erick ini kurang ngerti tentang hukum custom," ucap Arief Poyuono.

Tanggapan Said Didu soal Dugaan Pelecehan Pramugari, Sebut Ari Askhara Punya Backingan

"Erick, siapa ?" tanya Karni Ilyas.

"Erick Thohir kurang ngerti. Mungkin karena dia pengusaha gede, mengelola usaha," papar Arief Poyuono.

Heran mendengar penjelasan Arief Poyuono, Karni Ilyas pun langsung bertanya soal keberpihakan Arief Poyuono kepada direksi.

"Tunggu dulu, Anda ketua federasi serikat pekerja BUMN. Jangan-jangan salah, Anda ketua federasi serikat direksi BUMN kali," tanya Karni Ilyas.

"Loh enggak. Nanti saya akan bela serikat pekerjanya. Saya ingin menempatkan sesuatu yang benar. Jangan dipelintir," jawab Arief Poyuono.

Bahas Kasus Garuda dengan Arya Sinulingga, Poyuono Disemprot Karni Ilyas: Ini Bukan Warung Kopi!
Bahas Kasus Garuda dengan Arya Sinulingga, Poyuono Disemprot Karni Ilyas: Ini Bukan Warung Kopi! (YouTube/Indonesia Lawyers Club)

Kembali menjelaskan soal Erick Thohir, Arief Poyuono lantas meminta agar sang Menteri BUMN tidak mempropagandakan kasus Garuda Indonesia.

"Garuda ini saingannya banyak. Jadi saya harap ini case closed. Saya minta kepada Pak Erick juga berhenti untuk mempropagandakan ini. Karena semakin dia mempropagandakan BUMN semakin terbuka bobroknya pemerintahan Joko Widodo selama lima tahun mengelola BUMN," ucap Arief Poyuono.

"Ini bicara sebagai Gerindra atau sebagai serikat pekerja ?" tanya Karni Ilyas.

"Sebagai ketua umum dan Gerindra. Sebagai partai pendukung pemerintahan. Saya enggak mau Joko Widodo dibohongi," pungkas Arief Poyuono.

Sang Ayah Diduga Dibunuh Orang Dekat, Putri Hakim PN Medan Ungkap Hal Aneh yang Tak Biasa Dilakukan

Mendengar penjelasan Arief Poyuono, Arya Sinulingga bereaksi keras.

Sebagai juru bicara Menteri BUMN, Arya Sinulingga tampak mempertanyakan soal etika dari seseorang sebagai dirut perusahaan.

"Boleh enggak pesawat punya negara dipakai untuk pribadi ? Nah ini kan soal etika kita punya posisi di sebuah perusahaan. Apakah perusahaan tersebut kita manfaatkan untuk kepentingan pribadi kita atau apa ?" tanya Arya Sinulingga.

Mendengar hal itu, Arief Poyuono lantas menanggapinya.

Melihat adanya reaksi Arief Poyuono menanggapi ucapan Arya Sinulingga, Karni Ilyas langsung memotongnya.

"Barang diaku oleh orang lain padahal barangnya, itu etika lagi sebagai pemimpin," ungkap Arya Sinulingga.

"Enggak. Sepeda bromptonnya punya siapa ? Punya krunya atau siapa ?" tanya Arief Poyuono.

Sikap Aneh Hakim PN Medan Sepekan Sebelum Tewas Diungkap Asisten, Istri Sempat Minta Uang Rp25 Juta

"Udah ini aja dulu," timpal Karni Ilyas kepada Arief Poyuono.

Tambah memanas, Arief Poyuono terlihat selalu menjawab apa yang disampaikan Arya Sinulingga.

"Saya baru dikasih tau ternyata ada satu direktur enggak masuk manifes karena mengaku sebagai kru, observer. Makanya yang keluar di manifes itu empat direktur. Padahal ada lima," akui Arya Sinulingga.

"Direktur apa tuh Pak ?" tanya Arief Poyuono.

"Operasional," jawab Arya Sinulingga.

"Oh kalau direktur operasi boleh sebagai observer di CISR. Dia masuk dalam general declaration. Bukan begitu mas Zainal kalau kita terbang Internasional," pungkas Arief Poyuono.

Jawaban yang terus diurai Arief Poyuono itu membuat Karni Ilyas tampak kesal.

Karni Ilyas lantas memarahi Arief Poyuono karena terus menjawab apa yang disampaikan narasumber.

"Eh ini bukan warung kopi Pak. Ini kita diskusi. Jangan dijawab satu-satu !" ucap Karni Ilyas.

"Saya diskusi untuk membenarkan sebuah kebenaran," imbuh Arief Poyuono.

"Iya tapi minta giliran bukan langsung nyaut gitu ! Anda jangan pegang (mic) terus itu !" tegas Karni Ilyas.

SIMAK VIDEONYA:

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved