Bosan Jadi Mandor Proyek, Wawan Buka Warung Tahu Gejrot Level Super Pedas, Sudah Punya 7 Cabang
Bosan jadi mandor proyek, Wawan Setiawan buat warung Tahu Gejrot Puri Gading Bekasi Dengan Ratusan Cabai, Merugi Ketika Harga Cabai Mahal.
Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Suharno
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina
TRIBUNJAKARTA.COM, PONDOK MELATI - Sukses jadi pengusaha tahu gejrot, Wawan Setiawan (40) tak takut merugi.
Bosan jadi mandor proyek, Wawan memutuskan menjual tahu gejrot pada tahun 2011 lalu.
Saat itu, tahu gejrot yang dijualnya tak jauh beda dengan penjual lainnya.
Hal itupun menyebabkan pendapatannya selama satu tahun selalu stabil dan tak ada peningkatan.
Lalu, Wawan mendapatkan usulan dan saran dari temannya untuk merubah tampilah tahu gejrotnya.
Akhirnya, di tahun 2012 tahu gejrot Wawan resmi menghadirkan tingkatan level kepedasan mulai dari penggunaan 10 cabai sampai 180 cabai.
• Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Mulai Pembangunan Rumah DP 0 Rupiah di Cipayung Jakarta Timur
• Timnas U-23 Indonesia Raih Perak SEA Games, Indra Sjafri: Hasil Ini Lebih Baik dari 6 Tahun Terakhir
Selain itu, untuk ukuran porsinya pun juga ia jual berbeda. Mulai dari porsi sedang yang dijual Rp 8 ribu sampai porsi buto ijo yang dijual seharga Rp 25 ribu.
Saat ditanyai perihal merugi ketika harga cabai mahal, Wawan justru memberikan jawaban yang mengejutkan.
Saat harga cabai sedang mahal, porsi dan sensasi rasa pedas tiap tahu gejrotnya tetap sama.
"Mau cabai mahal tetap segitu pakai cabainya dan enggak takut merugi," ucapnya saat dikonfirmasi, Kamis (12/12/2019).
Hal ini ia lakukan untuk mempertahankan pembelinya.
Sehingga, mahalnya harga cabai tak mempengaruhi tiap porsi tahu gejrot dan hanya mengurangi keuntungan yang didapat.
Pernah Didatangi Artis
Bisa pertahankan rasa dan kualitas, menjadi keunggulan sendiri tahu gejrot yang ditawarkan Wawan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/tahu-gejrot-cabang-puri-gading-bekasi.jpg)