Begini Ciri-Ciri Klinik yang Terakreditasi Menurut Ikatan Dokter Indonesia

Kamar mandi yang baik untuk pasien berkebutuhan khusus yaitu memiliki gagang agar dapat dipegang.

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Muhammad Rizki Hidayat
Ketua Ikatan Dokter Indonesia cabang Jakarta Pusat, Haznim Fadhli, saat diwawancarai Wartawan, di gedung Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (13/12/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Ketua Ikatan Dokter Indonesia cabang Jakarta Pusat, Haznim Fadhli, mengatakan beberapa poin ciri-ciri klinik yang terakreditasi.

Satu di antaranya yaitu dari segi keamanan pasien disabilitas.

Klinik yang terakredetasi, kata dia, memiliki jalur khusus penyandang disabilitas.

"Dari sisi keamanan pasien. Aman tidak untuk pasien-pasien disabilitas. Yang sudah disurvei, biasanya ada jalur khusus buat disabel," ujar dia, saat ditemui Wartawan, kemarin di gedung Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (13/12/2019).

"Yang tadinya cuma tangga-tangga, sudah ada relnya untuk kursi roda. Ini berarti klinik sudah terkredetasi," sambungnya.

Kemudian, dari segi ruang kamar mandi orang berkebutuhan khusus.

Menurutnya, kamar mandi yang baik untuk pasien berkebutuhan khusus yaitu memiliki gagang agar dapat dipegang.

"Di kamar mandinya ada pegangan, sehingga aman," ucapnya.

Selanjutnya, yaitu dari standar ruangan dan suhu klinik tersebut. 

Apakah sesuai dengan standar klinik atau tidak.

"Baru nanti bicara dokumen. Cara mencatat dan memanggil pasien, menyimpan data, dan alat kesehatannya standar tidak," kata dia.

Lebih lanjut, dia mengatakan 18 klinik atau fasilotas kesehatan tingkat pertama (FKTP) di Jakarta Pusat terakreditasi.

Dilepas Tira Persikabo, Rahmad Darmawan Dipastikan Latih Madura United Musim Depan

Pemadam Jakarta Timur Serahkan Tangkapan Ular Kobra ke Pecinta Ular 

Sewa PSK Namun Tak Ada Uang, Pria 20 Tahun Emosi saat Ditagih Bayaran hingga Lakukan Hal Nekat

Sisanya, ratusan FKTP di wilayah Jakarta Pusat belum terakreditasi.

"Delapan belas (18) FKTP yang baru terakredetasi. Sisanya, ratusan masih belum di Jakarta Pusat saja," ujar Haznim.

"Ini perlu saya bangun kepedulian dan komunikasi supaya tidak cerai berai dan berkeluh kesah," lanjutnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved