Natal dan Tahun Baru 2020
Gelar Pra Ramp Check, 64 Bus di Terminal Kampung Rambutan Tak Laik Jalan
Sebanyak 64 bus milik beberapa perusahaan otobus (PO) di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur dinyatakan tidak laik jalan.
Penulis: Bima Putra | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra
TRIBUNJAKARTA.COM, CIRACAS - Sebanyak 64 bus milik beberapa perusahaan otobus (PO) di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur dinyatakan tidak laik jalan.
Kepala Terminal Kampung Rambutan Thofik Winanto mengatakan hal tersebut berdasarkan hasil pra ramp check yang dilakukan pada awal bulan Desember lalu.
"Kita sudah memberikan surat ke PO data kekurangan kendaraan. Yang tidak layak sekitar 64 unit, tapi kita kasih waktu untuk memperbaiki unit," kata Thofik di Terminal Kampung Rambutan, Senin (16/12/2019).

Seluruh PO di Terminal Kampung Rambutan diberi waktu berbenah hingga pelaksanaan ramp check sesungguhnya nanti.
Thofik menuturkan bila hingga waktu rampcheck tiba PO belum berbenah maka unit bus yang tidak laik jalan tak boleh beroperasi.
"Nanti kalau sudah rampcheck tidak ada lagi imbauan, tapi penindakan berupa penundaan keberangkatan kalau memang kendaraan tersebut tidak layak," ujarnya.
Sebagaimana pra rampcheck, pelaksanaan ramp check dilakukan Dinas Perhubungan DKI dan Kementerian Perhubungan.
Selain ramp check, Thofik menyebut dalam waktu dekat pihaknya bakal menggelar tes kesehatan bagi para sopir dan kernet.
Hal ini guna memastikan kenyamanan penumpang yang melonjak jelang hari raya Natal 2019 dan tahun baru (Nataru) 2020.
"Kami ada 127 PO dan di sini ada kurang lebih ada 1.022 kendaraan yang sudah mengantisipasi untuk angkutan Nataru," tuturnya.
• Kuasa Hukum Terdakwa Pembawa Bendera Bintang Kejora Anggap JPU Tak Profesional
• Tetangga Dengar Tangisan Anak Kecil Sebelum Ditemukan Tewas Dibunuh Ayahnya Sendiri
Thofik mengatakan sarana pendukung di Terminal Kampung Rambutan guna menjamin kenyamanan penumpang sudah disiapkan.
Di antaranya pemasangan 16 CCTV, sementara pos kesehatan dan keamanan bekerja sama dengan instansi terkait.
"Pengawasan kita dari CCTV. Ada 16 titik di setiap sudut terminal yang kita pasang CCTV untuk pengawasan sekitar ruang tunggu terminal dan sekitarnya," lanjut Thofik.