Kuasa Hukum Terdakwa Pembawa Bendera Bintang Kejora Anggap JPU Tak Profesional

Tim kuasa hukum terdakwa pembawa bendera bintang kejora, Maruli Rajagukguk menilai jaksa tidak profesional.

Kuasa Hukum Terdakwa Pembawa Bendera Bintang Kejora Anggap JPU Tak Profesional
TribunJakarta.com/Muhammad Rizki Hidayat
Tim kuasa hukum tersangka pembawa bendera bintang kejora, Maruli Rajagukguk (kiri), saat diwawancarai Wartawan, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (16/12/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, KEMAYORAN - Tim kuasa hukum terdakwa pembawa bendera bintang kejora, Maruli Rajagukguk menilai jaksa tidak profesional.

Sebabnya, kata dia, Jasa Penuntut Umum (JPU) ini tak memberikan surat dakwaan atau berkas perkara kepada para tersangka.

"Iya, unprofesional. Terdakwa kan harus ditanya apakah mengerti dakwaan atau tidaknya dakwaan," ujar Maruli, sapaannya, pada sidang perdana tersangka pembawa bendera bintang kejora, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (16/12/2019).

"Bagaimana mungkin kalau tidak dikasih dakwaan dan berkas perkara dia bisa mengerti dakwaan," sambungnya.

Sebaiknya, menurut dia, JPU tersebut mengacu kepada Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

"Itulah fungsi KUHAP, melindungi hak asasi terdakwa supaya tidak dilakukan pelanggaran terhadap hak asasi yang dimiliki terdakwa," ujar Maruli.

Karenanya, para tersangka memiliki hak guna memahami berkas perkara dan isi dakwaan.

"Kalau mereka tidak mengerti, berarti kan dia (JPU) tidak bisa bertanggung jawab," ucapnya.

Seyogianya, menurut Maruli, berkas perkara tersebut dapat diberikan kepada para tersangka pada sidang perdana hari ini.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved