Kenali Ciri-ciri Ular Berbisa, Hindari Isap Bekas Gigitan Ular, Berbahaya !
Seperti diketahui, salah satu makanan bagi ular adalah tikus, dan tikus biasanya banyak di rumah-rumah.
Ular berbisa lebih mencolok warnanya.
Misalnya ular cabai yang mempunyai garis warna merah di tubuhnya, kemudian ular bungarus memiliki warga hitam putih.
“Khusus ular kobra, yang mencolok adalah karena warnanya hitam legam. Perilaku ular kobra, kalau terancam akan menaikkan tubuhnya dan mengembangkan rusuknya. Bahkan dapat menyemburkan bisanya ke arah mata,” tambahnya.
Antisipasi
Ular yang melancarkan gigitan bisa terjadi karena dua faktor. Pertama untuk memangsa.
Kedua untuk mempertahankan diri dari ancaman. Gigitan ular pun bisa terjadi dua kemungkinan.
Yakni gigitan berbisa dan tidak berbisa.
Namun hal itu sulit untuk dijelaskan.
Ganjar mengungkapkan, bagi orang yang terkena gigitan ular berbisa, yang perlu dilakukan pertama kali adalah imobilisasi atau meminimalisasi gerakan pada area yang terkena gigitan ular.
“Perlakuannya seperti pada patah tulang, jadi kita memasang kayu yang diikatkan dengan perban di bagian tubuh yang terkena gigitan,” tuturnya.
Kemudian, usahakan area yang tergigit tidak bergerak sama sekali untuk mencegah area peredaran bisa dengan cepat.
“Tapi jangan diikat terlalu kencang. Setelah dilakukan upaya tersebut, barulah dibawa ke fasilitas kesehatan,” ucapnya.
Dijelaskan Ganjar, seringkali ada beberapa tindakan yang salah dalam penanganan terhadap gigitan ular.
Saat terkena gigitan ular, melukai lokasi yang terkena gigitan atau membakarnya sangat dilarang karena dapat terjadi infeksi. Dilarang pula menghisap darah di lokasi gigitan karena racunnya dapat termakan.
“Yang paling bagus sesuai saran WHO yaitu imobilisasi di area gigitan,” tambahnya.