7 Orang Tertabrak Kereta di Cibitung

Korban Tabrakan Kereta di Cibitung Dimakamkan di TPU Kemiri dan Pondok Ranggon

Isak tangis dan doa keluarga mengiringi proses pemakaman penumpang Daihatsu Sigra berpelat B 1778 FZI korban tabrakan kereta di perlintasan

TRIBUNJAKARTA.COM/ BIMA PUTRA
Proses pemakaman korban tabrakan kereta di Cibitung, TPU Kemiri, Rawamangun Pulogadung, Jakarta Timur, Minggu (22/12/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PULOGADUNG - Isak tangis dan doa keluarga mengiringi proses pemakaman penumpang Daihatsu Sigra berpelat B 1778 FZI korban tabrakan kereta di perlintasan Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi.

Tangis keluarga yang sempat mereda kembali pecah saat lima jenazah masuk ke liang lahad di TPU Kemiri, Kelurahan Rawamangun sekira pukul 13.00 WIB.

Kelima jenazah yang dimakamkan di TPU Kemiri yakni Martinah (57), Syarifudin (54), Bahrudin (51) yang merupakan kakak beradik.

Tewas Tersambar Kereta Bersama 6 Saudaranya di Cibitung, Martinah Sempat Tunjukkan Gelagat Aneh

Anak Bahrudin, Akemidita (11), dan suami Martinah, Sugianto (61) yang juga ikut dalam menjenguk kerabatnya Firmansyah (49) di Cibitung.

Pepen Suryadi (47), kerabat korban mengatakan hanya jenazah Santi (30) dan Yanda (32) yang merupakan pasangan suami istri dimakamkan terpisah.

"Santi dan Yanda sudah dimakamkan di TPU Pondok Ranggon, mereka baru menikah. Sekitar lima bulan lah, tinggalnya di Kemayoran," kata Pepen di Matraman, Jakarta Timur, Minggu (22/12/2019).

Mereka yang menghadiri pemakaman tampak saling menguatkan agar tak larut dalam sedih di hadapan pusara keluarganya.

Namun hingga liang lahad Akemidita yang paling terakhir dimakamkan sekira pukul 14.05 WIB, mereka tak sepenuhnya dapat menahan tangis.

"Harus kuat, jangan menangis terus. Sekarang Didit (Akemidita) sudah sama bapak (Bahrudin). Harus tabah," ujar seorang anggota keluarga.

Intensitas Kereta di Perlintasan Sebidang Cibitung Kian Padat, Kondisi Lalu Lintas Makin Parah

Usai menabur bunga dan berdoa di hadapan pusara lima korban, mereka meninggalkan TPU Kemiri dan kembali ke rumah duka.

Pepen menyebut kepergian Bahrudin meninggalkan tiga dari empat anaknya selain Akemidita yang merupakan anak paling bontot.

"Anak Bahrudin yang satu sudah menikah. Martinah anaknya ada tiga, Santi yang ikut di mobil itu paling kecil. Syarifudin punya dua anak," tutur Pepen.

Penulis: Bima Putra
Editor: Rr Dewi Kartika H
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved