Candaan Terakhir Korban Bus Sriwijaya Hendak ke Pernikahan Keponakan, Sang Kakak: Masih Tak Percaya!

Kakak Imron, Masturoh itu hendak menggelar pernikahan anaknya, Melisa pada Rabu esok (25/12).

Penulis: Kurniawati Hasjanah | Editor: Siti Nawiroh
TRIBUNSUMSEL/SRIPOKU
Candaan Terakhir Korban Bus Sriwijaya Hendak ke Pernikahan Keponakan, Sang Kakak: Masih Tak Percaya! 

TRIBUNJAKARTA.COM - Tak ada yang menyangka Imron (58) menjadi satu diantara 26 korban tewas Bus  Sriwijaya Express Pratama jurusan Bengkulu-Palembang masuk jurang Liku Lematang, Pagaralam  Sumatera Selatan, Selasa (24/12) dini hari.

Imron tewas ketika hendak pulang kampung untuk menghadiri pernikahan keponakannya.

Masturoh (63), kakak perempuan Imron yang beralamat di belakang Puskesmas Indralaya menuturkan, rumah itu tengah bersiap melaksanakan
hajatan.

TONTON JUGA:

Kakak Imron itu hendak menggelar pernikahan anaknya, Melisa pada Rabu esok (25/12).

Dengan rencana tersebut, lanjut Masturoh, sang adik Imron hendak ke rumahnya tersebut.

"Rencananya Imron mau ke sini, menghadiri pernikahan anak saya," tutur Masturoh.

7 Fakta Pengemudi Lamborghini Todong Pelajar di Kemang, Berawal dari Celetukan Wah Mobil Bos Nih

Imron diketahui beralamat di Jalan Enggano, Kelurahan Pasar Bengkulu.

Kendati demikian, Imron merupakan kelahiran Indralaya.

Masturoh menegaskan, Imron telah 25 tahun menetap di Bengkulu.

Tim SAR Gabungan Evakuasi Korban Tewas Bus Sriwijaya Masuk Jurang di Liku Lematang Pagaralam, Selasa (24/12/2019)
Tim SAR Gabungan Evakuasi Korban Tewas Bus Sriwijaya Masuk Jurang di Liku Lematang Pagaralam, Selasa (24/12/2019) (Basarnas Palembang)

Selain itu, Masturoh memaparkan momen terakhir kalinya Imron pulang kampung sebelum dikabarkan tewas.

"Terakhir 3 tahun lalu dia pulang ke sini, tetapi setelah itu belum balik lagi ke sini," ujar Masturoh.

Dapat Hadiah Mewah dari Adik Jelang Lahiran Anak Baim Wong, Paula Verhoeven Kaget: Canggih Banget!

Lebih lanjut, Masturoh mengaku Imron telah menghubunginya untuk memberitahu jika ia bersama istrinya Yulia lagi perjalanan pulang ke kampung halaman.

Dalam momen tersebut, Masturoh menuturkan Imron sempat berkelakar kepadanya.

"Dia sempat bekelakar (bercanda), kalu dak sampai aku ke sano, la lupo aku jalan (kalau tak sampai aku ke sana, sudah lupa aku jalan)," jelas Masturoh.

UPDATE 25 Korban Meninggal Dunia, Bus Sriwijaya Masuk Jurang di Pagaralam, Kedalaman Jurang 75 Meter
 Bus Sriwijaya Masuk Jurang di Pagaralam, Kedalaman Jurang 75 Meter (SRIPOKU.COM/BASARNAS PALEMBANG)

Saat itu Imron juga meminta di jemput di kawasan Timbangan Indralaya di Selasa pagi hari (24/12).

Kendati demikian, usai perbincangan tersebut Masturoh dan keluarga tak mendapatkan kabar Imron lagi.

Syahnaz Lupa Bayar Makan, Raffi Ahmad Sampai Didatangi Karyawan Restoran Mewah saat Syuting

Hingga pukul 10.00 WIB, keluarga Masturoh baru mendapatkan kabar duka dari Imron.

Mengetahui Imron tewas menjadi korban bus Sriwijaya, Masturoh tampak tak percaya.

Imron Hendak ke Acara Pernikahan Keponakan di Indralaya Jadi Korban Tewas Bus Sriwijaya

"Jujur masih tak percaya, enggak tau kenapa. Saya masih tak percaya kalau dia meninggal," jelas Masturoh.

Ainan Fatimatuzahro Mahasiswa Unsika Tewas Usai Terjebak di Gua Lele, Terkuak Begini Kesehariannya

Kronologi

Mobil Bus Sriwijaya yang mengangkut puluhan penumpang itu hilang kendali sehingga masuk ke dalam jurang di Tikungan Lematang Indah Desa Pelang Kenidai, Kecamatan Dempo Tengah, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan.

Insiden kecelakaan maut Bus Swiwijaya masuk jurang ini terjadi pada hari Senin (23/12/2019) malam sekira pukul 23.00 WIB.

Bus Sriwijaya Jenis Mitsubishi Fuso dengan Plat No Polisi BD 7031 AU dikendarai oleh sopir atas nama Very.

Diduga, mobil bus tersebut hilang kendali hingga puluhan penumpang menjadi korban.

Hingga hari ini Selasa (24/12/2019), petugas masih mengevakuasi sejumlah penumpang yang di duga masih berada di dalam badan bus.

Korban tewas sementara berjumlah 26 orang.

Sementara itu, sejumlah penumpang lainnya dikabarkan masih hilang dan proses pencarian oleh petugas.

Menurut polisi, sebagian badan bus tertutup aliran air sungai.

Proses evakuasi korban kecelakaan bus Sriwiajya yang masuk ke jurang di i Liku Lematang, Desa Prahu Dipo, Kecamatan Dempo Selatan, kota Pagaralam, Sumatera Selatan, Selasa (24/12/2019).(HANDOUT/KANTOR SAR PALEMBANG)
Proses evakuasi korban kecelakaan bus Sriwiajya yang masuk ke jurang di i Liku Lematang, Desa Prahu Dipo, Kecamatan Dempo Selatan, kota Pagaralam, Sumatera Selatan, Selasa (24/12/2019).(HANDOUT/KANTOR SAR PALEMBANG) (HANDOUT/KANTOR SAR PALEMBANG)

Sehingga petugas yang melakukan evakuasi harus menyelam saat akan mengambil korban.

"Evakuasi sedikit sulit karena separuh badan bus berada dalam aliran sungai. Jadi petugas harus menyelam untuk bisa mengambil korban," jelas Kapolres Pagaralam AKBP Dolly Gumara SIK melalui Kasat Lantas Iptu Rizky Mozam.

Dugaan sementara kecelakaan ini terjadi karena Bus Sriwijaya mengalami rem blong.

"Dugaan sementara Bus ini Remnya Blong sehingga menyebabkan kecelakan," terang Iptu Rizky Mozam.

Iptu Rizky Mozam menerangkan kronologi Bus Sriwjaya masuk jurang dengan kedalaman sekitar 80 meter tersebut.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), sebelum masuk jurang, bus tersebt terlebih dahulu menabrak tembok penahan liku lematang.

Kemudian, tembok itu jembol dan mobim terjun bebas ke dalam aliran sungai dengan ketinggian sekitar 80 meter.

"Sebelum jatuh ke jurang bus ini terlebih dahulu menabrak tembok penahan Liku Lematang dan jatuh ke bawah aliran Sungai Lematang dengan ketinggian kurang lebih 80 meter," ujar Kasat Lantas, dikutip dari Sripoku.com.

Proses evakuasi 37 penumpang bus Sriwijaya yang mengalami kecelakaan di Liku Lematang, Desa Prahu Dipo, Kecamatan Dempo Selatan, kota Pagaralam, Sumatera Selatan, Selasa (24/12/2019).Akibat kejadian tersebut 24 orang tewas.(Dok. BASARNAS PALEMBANG)
Proses evakuasi 37 penumpang bus Sriwijaya yang mengalami kecelakaan di Liku Lematang, Desa Prahu Dipo, Kecamatan Dempo Selatan, kota Pagaralam, Sumatera Selatan, Selasa (24/12/2019).Akibat kejadian tersebut 24 orang tewas.(Dok. BASARNAS PALEMBANG) (Kompas.com)

Hingga kini, Polres Pagaralam dan Tim SAR Gabungan masih melakukan evakuasi untuk mencari korban yang belum ditemukan.

Karena menurut Iptu Rizky, masih ada korban yang terjebak di dalam badan bus.

"Evakuasi sedikit sulit karena separuh badan bus berada dalam aliran sungai. Jadi petugas harus menyelam untuk bisa mengambil korban," jelasnya.

Menurut petugas yang melakukan evakuasi di lapangan, korban tewas yang sudah berhasil dievakuasi sebanyak 26 orang.

"Update korban bertambah 1 lagi, jadi 26 korban MD (meninggal dunia)," kata Kepala Kantor SAR Palembang melalui Kepala Sub Seksi Operasi dan Siaga Benteng Telau S.E didampingi Dayu Willy dalam rilisnya, Selasa (24/12/2019).

Dari rilis yang dilaporkan Dayu Willy, Tim SAR dari Kantor Basarnas Palembang, diketahui ada 13 penumpang yang selamat.

Adapun korban Selamat yang saat ini berada di RS Besemah Kota Pagar Alam Berjumlah 13 Orang dengan identitas Sebagai Berikut :

1). Nama Basarudin, 43 tahun, Dagang, Ds. Semarang Kec. Tanjung Serut Kota Bengkulu.

2). Nama Hepriadi, 31 tahun, Kuli Bangunan, alamat Ds. Salak Tiga Kec. Panorama Kota Bengkulu.

3). Nama Hasanah, 52 tahun, IRT, Ds. Tanjung Suko Kec. Indralaya Kab. OI.

4). Nama Sukiyem, 43 Tahun, Tani, Ds. Lubuk Selandak Kec. Terambang Jaya Kota Prabumulih.

5). Nama Aisyah Awaliah Putri, 9 Tahun, Pelajar, Jl. Salak Kota Bengkulu.

6). Nama Ariri, 14 Tahun, Pelajar, Ds. Perajin Kab. Banyuasin.

7). Nama Lukman, 43 Tahun, Swasta, Jl. Budi Utomo Kel. Sungai Hitam Kec. Muara Bangka Hulu Kota Bengkulu.

8). Nama Aldi, 18 Tahun, Pelajar, Ds. Jejawi Kab. OKI.

9). Nama Riduan, 44 tahun, Tukang Jahit, Ds. Kinono Sari Kel. Banjar Sari Kab. Enggano Bengkulu Utara.

10). Nama Darusalam, 35 Tahun, Pandai Besi, Ds. Sakatiga Kab. OI.

11). Nama Riki, 25 Tahun, Ds. Kemang Kec. Tebing Tinggi Kab. Empat Lawang.

12). Nama Haris Krisyanto, 19 tahun, TOT, Ds. Alas Bangun Kec. Pinang Raya Bengkulu Utara.

13). Nama Khadijah, 68 tahun, IRT, Perumnas Baru Blok A2 Kab. Bengkulu

Tim SAR Kembali Evakuasi Satu Korban, Total 26 Korban Meninggal Dunia, Bus Masuk Jurang di Pagaralam
Tim SAR Kembali Evakuasi Satu Korban, Total 26 Korban Meninggal Dunia, Bus Masuk Jurang di Pagaralam (SRIPOKU.COM/BASARNAS PALEMBANG)

Berikut nama korban meninggal dunia yang berhasil diidentifikasi:

1. Fery (sopir), alamat Kota Bengkulu

2. Yuda Sanjaya (kernet), alamat Empat Lawang, Sumsel

3. Ilyas, alamat Jalan Demang Lebar Daun, Palembang, Sumsel

4. Warsono, alamat Jalan Sabar Jaya, Banyuasin, Sumsel

5. Imron, alamat Jalan Enggano, Kelurahan Pasar Bengkulu

6. Ali Jaya, alamat Jalan Bandara, Bengkulu

7. Feri, alamat Belakang Pondok Kecamatan Batu Samban, Bengkulu

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved