Breaking News:

Istri Pergi Yasinan, Pria Ini Tega Setubuhi Anak Tirinya yang Berusia 13 Tahun hingga Hamil

Selama 21 bulan, pelajar di Kecamatan Campurdarat harus menerima tindakan tak pantas dari ayah tiri.

Suryamalang.com/ David Yohanes
Pria berinisial SP (tengah) tega menyetubuhi anak tirinya berinisial A (13) sampai hamil. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Selama 21 bulan, pelajar di Kecamatan Campurdarat harus menerima tindakan tak pantas dari ayah tiri.

Usia A yang kini 13 tahun tengah hamil 7 bulan akibat perbuatan bejat ayah tirinya.

Saat usia A 12 tahun, ayah tiri berinisial SP (43) memperdaya A dengan rayuan ponsel dan uang.

Sejak April 2018, A kerap diancam ayah tiri jika mengadukan pemerkosaan yang dilakukannya.

Semenjak saat itu, A harus menerima nasib pilu hingga ia mengandung anak ayah tirinya.

Di depan Kapolres Tulungagung, AKBP Eva Guna Pandia, SP mengaku khilaf terbawa nafsu nekat memperkosa anak tirinya.

"Saya salah. Saya terbawa nafsu," ujar SP seperti yang dikutip TribunJakarta.com di Suryamalang.com, Senin (23/12/2019).

Selama 21 bulan, pelajar di Kecamatan Campurdarat harus menerima tindakan tak pantas dari ayah tiri.

SP mengaku perbuatan tak senonoh itu dilakukan kepada A hampir setiap minggu.

Terlebih, SP melakukannya saat malam Jumat karena sang istri pergi untuk yasinan.

Nagita Slavina Tempati Hotel Bak Istana di Italia, Istri Raffi Ahmad Girang: Bisa Fitnes di Kamar!

"Emake (ibunya) pergi yasinan, saya ajak untuk bermain," kata SP.

Selain mendapat perlakuan tak pantas, A juga diancam tak memberitahu pemerkosaan tersebut kepada ibunya.

Menurut Kapolres, kasus ini terungkap karena kepekaan Bhabinkamtibmas.

Bhabinkamtibmas curiga melihat fisik A yang mirip orang hamil.

Sedangkan saat ini, usia A masih remaja atau 13 tahun.

"Umurnya baru 13 tahun tapi kok fisiknya seperti orang hamil,"

"Bhabinkamtibmas kemudian berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat,"kata Eva Guna Pandia.

Selain fisik A yang berubah, warga melihat sikap korban yang berubah menjadi jarang ke luar rumah.

15 Menit 3 Kakak Kandung Usai Menjenguk, Pria Ini Lihat Kabar Kematian Saudaranya di Facebook

Saat itu, A akhirnya mengaku tengah mengandung anak hasil perbuatan anak tirinya.

"Setelah ditelusuri dan dikonfirmasi bersama, ternyata A tengah mengandung," ujar Kapolsek Campurdarat, AKP Maga Fidri Isdiawan.

Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan pendalaman pengakuan A dan saksi lainnya.

Dari semua keterangan saksi hal itu mengarah ayah tirinya yang telah memperkosa A.

Anggota Unit Reskirm Polsek Campurdarat segera mencari keberadaan SP.

SP kemudian di tangkap tanpa perlawanan di rumah saudaranya.

9 Hari di Kediaman Tya Ariestya, Nenek Iro Kebingungan Hal Ini Hilang di Rumah Baim Wong

“Akhirnya kami tangkap Jumat sore. Setelah kami interogasi, SP mengakui perbuatannya,” tegas Maga.

SP mengaku telah memperkosa A sebanyak lima kali sejak usianya masih 12 tahun.

Semua itu dilakukan di sebuah rumah di Kecamatan Ngunut.

“Ternyata setelah A hamil, dia dipindah ke Campurdarat. Tujuannya untuk menyembunyikan kehamilannya,” ungkap Maga.

Kini SP tengah menjalani proses hukum dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Ancaman hukumannya 5 tahun penjara, dan maksimal 15 tahun penjara. Hukuman masih ditambah lagi satu per tiga dari putusan hakim, karena status tersangka sebagai wali atau orang tua korban," kata EG Pandia.

Intip suami dan anak tiri, istri temukan hal tak terduga

Kejadian pencabulan lainnya, saat itu tengah malam, kecurigaan sang istri terbukti usai ia mengintip melalui lubang dinding kamar.

Melalui lubang dinding antara kamarnya dan kamar sang anak, si istri menemukan hal tak terduga.

Ia memergoki suaminya memperkosa anak kandungnya pada hari itu.

Suami berinisial AS (45) tega memperkosa anak tirinya yang masih berusia 15 tahun.

Sebenarnya, ibu kandung korban sudah mencurigai sang suami.

Hal itu karena, ibu kandung korban melihat perut sang anak yang berinisial GS semakin membesar.

Namun karena tak mempunyai bukti apapun, ibu kandung korban tak berani untuk bertanya.

Hal itu diungkapkan oleh Kapolsek Geronggang Iptu Iksan Pranoto.

"Awalnya tak merasa curiga sama sekali si ibu korban, tapi melihat perut anaknya semakin besar. Akhirnya si ibu curiga," ujarnya melansir dari Kompas.com, Sabtu (21/12/2019).

Sebut Rendam Mata yang Kena Racun Ular Berakibat Buta, Panji Petualang Beberkan Cara Benar Versinya

Pemerkosaan ayah tiri ke anak itu akhirnya diketahui istri AS yang berhasil memergokinya.

Istri AS memergoki suaminya memperkosa anak kandungnya melalui lubang dinding yang terbuat dari tripleks.

"Dipergoki tengah malam saat suami menjalankan aksinya, dia (istri AS) intip dari lubang di dinding antara kamar korban dan pelaku hanya dipisahkan tripleks, dari sinilah kasusnya terungkap," kata Iptu Ikhsan.

Rupanya pemerkosaan itu dilakukan di rumah mereka di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan.

Pelaku mencari waktu ketika sang istri pergi atau tidur pada tengah malam.

Lebih miris lagi, AS memperkosa anak kandung istri sejak masih berusia 13 tahun atau sudah berjalan 2 tahun.

Akibat perbuatan bejat AS, korban yang masih di bawah umur itu tengah hamil 5 bulan.

Tiduri 14 Mantan Penumpang, Sopir Taksi Online Pakai Modus WhatsApp hingga Nikahi Siri 3 Istri

Setelah dipergoki sang istri, AS mengakui telah mencabuli anak tirinya.

Kepada ibu kandungnya, korban mengaku telah diperkosa sampai berkali-kali.

GS tak berani mengadukan perbuatan bejat ayah tirinya karena kerap diancam.

"Selama 2 tahun itu dia cabuli ayahnya, tapi si anak ini tak berani melapor karena kerap diancam akan dibunuh," kata Iptu Iksan.

Tak terima anak kandungnya diperlakukan demikian, sang suami dilaporkan ke pihak berwajib.

Asisten Raffi Ahmad Hampir Alami Ini di Jalan Bersalju Zenmatt, Nagita Slavina Teriak: Ehh Om Merry!

Pelaku langsung diringkus tak lama setelah menerima laporan dari ibu kandung korban.

Dari keterangan AS, ia melakukan hal tersebut lantaran tergiur kecantikan anak tirinya.

Polisi menahan AS di tahanan Polsek Geronggang. Ia diancam pasal undang-undang perlindungan anak dengan ancaman kurungan 15 tahun.

(TribunJakarta.com/ Suryamalang.com/ Kompas.com)

Penulis: Siti Nawiroh
Editor: Rr Dewi Kartika H
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved