Penembak Sopir Taksi Suka Foya-foya dan Konsumsi Sabu, Andalkan Kiriman Uang Warisan

Gaya hidup mewah dan tak mendapat kiriman uang warisan dari keluarganya jadi motif Felix (26) nekat merampok harta sopir taksi yang dia naiki.

Penembak Sopir Taksi Suka Foya-foya dan Konsumsi Sabu, Andalkan Kiriman Uang Warisan
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Hery Purnomo 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Gaya hidup mewah dan tak mendapat kiriman uang warisan dari keluarganya jadi motif Felix (26) nekat merampok harta sopir taksi yang dia naiki.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Hery Purnomo mengatakan Felix yang secara identitas berstatus mahasiswa tak memiliki penghasilan.

"Selama ini di Jakarta tersangka mengandalkan kiriman uang warisan dari kakaknya di kampung. Tapi karena uangnya enggak dikirim, tersangka berbuat nekat," kata Hery di Mapolrestro Jakarta Timur, Selasa (24/12/2019).

Gaya hidup mewah karena tinggal di satu apartmen kawasan Cakung dan mengkonsumsi sabu membuat Felix ikut mempengaruhi.

Hery menuturkan Felix diduga dalam ketergantungan sabu atau sakau saat beraksi pada Sabtu (14/12/2019) di Jalan DI Panjaitan, Jatinegara.

"Gaya hidupnya memang suka berfoya-foya, tapi tersangka ini pengangguran. Untuk barang bukti sabunya tidak ditemukan di apartemen, sudah dipakai," ujarnya.

Merujuk hasil pemeriksaan awal penyidik, Hery menyebut perilaku tersebut jadi sebab kakak Felix enggan mengirim uang.

Nahas harapan keluarga agar Felix merubah kelakuan tak berjalan mulus usai penyidik Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur menetapkan tersangka.

Felix diganjar pasal 365 ayat 1 KUHP tentang pencurian disertai kekerasan dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara.

Halaman
1234
Penulis: Bima Putra
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved