Breaking News:

Natal dan Tahun Baru 2020

Polisi Imbau Warga Jakarta Timur Tak Konvoi di Malam Tahun Baru

Kapolres Metro Jakarta Timur AKBP Arie Ardian Rishadi menyarankan warga tak melakukan konvoi, baik menggunakan mobil atau sepeda motor.

Tribunnews/Irwan Irawan
Ilustrasi Perayaan Tahun Baru 2019 di Bundaran HI 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, DUREN SAWIT - Warga Jakarta Timur diimbau tak berlebihan merayakan pergantian Tahun Baru 2020 karena justru berpotensi memicu konflik.

Kapolres Metro Jakarta Timur AKBP Arie Ardian Rishadi menyarankan warga tak melakukan konvoi, baik menggunakan mobil atau sepeda motor.

"Kalau bisa tidak perlulah konvoi-konvoi, apalagi sampai ugal-ugalan. Silahkan datang ke tempat perayaan tahun baru dengan tertib," kata Arie di Pos Pam Pangkalan Jati, Rabu (25/12/2019).

Pasalnya saat konvoi rombongan motor dan mobil cenderung merasa eksklusif, terlebih bila konvoi tak dikawal aparat.

Arie menuturkan setiap pengguna jalan memiliki hak sama dan diwajibkan mematuhi peraturan lalu lintas yang berlaku.

"Patuhi segala aturan, menggunakan helm, tidak melebihi batas kecepatan. Tidak berboncengan lebih dari satu orang, artinya harus tertib," ujarnya.

Arie menyebut total personel gabungan di Jakarta Timur yang dikerahkan selama pengamanan Natal dan tahun baru yakni 1.000 personel.

Mereka ditempatkan di titik rawan yang tersebar di 10 Kecamatan, di antaranya enam terminal, dua pasar induk, bandara, stasiun, dan pusat keramaian lain.

"Antisipasi bukan hanya penegakan hukum, kita lakukan preventif, preemtif, penggalangan, berikan himbauan supaya terhindar dari ancaman gangguan kriminalitas," tuturnya.

Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved